alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Kasus Penyakit TBC di Kab Probolinggo Masih Tinggi

KRAKSAAN, Radar Bromo-  Tidak hanya pandemi Covid-19 yang dapat menyebar dengan cepat. Penyakit menular lain seperti Tuberkulosis (Tbc) juga perlu diwaspadai. Angka pasien penderita TBC di Kabupaten Probolinggo masih tergolong sangat tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo mencatat hingga Jumat (24/7) terdapat 616 penderita.

Dari catatan yang ada, angka tersebut mengalami penurunan. Namun demikian penuruan terjadi bukan karena sembuhnya penyakit. Namun karena kegiatan pemeriksaan yang cukup masif saat ini masih dibatasi. Sehingga penanganan penyakit hanya dilakukan perkasus saja.

“Sejak bulan April terjadi penurunan. Sebab kami lebih fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan dilapangan untuk mencari suspect dikurangi,” ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica.

Jika berkaca pada tahun sebelumnya, di Kabupaten Probolinggo penderita TBC juga begitu banyak. Pada triwulan pertama terdapat 491 penderita dan pada triwulan kedua terdapat 388 penderita. Pihaknya pun memprediksikan angka penderita TBC tahun ini jumlahnya stagnan.

“Kalau tetap dilakukan pemeriksaan dan pencarian suspect, kemungkinan jumlah penderita yang ada pada tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya,” tandasnya.

Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman yaitu mycrobacterium tuberculosis. Menyerang tubuh manusia terurama paru-paru. Penularan penyakit ini dapat tejadi melaui udara yakni dengan percikan dahak yang keluar dari penderita.

Namun hal ini dapat dicegah jika penderita TBC dapat menerapkan pola hidup sehat dengan menggunakan masker. Serta melakukan pemeriksaan dan pengobatan intensif pada pasien yang terkena penyakit TBC.

“Pencarian aktif sementara dikurangi, dari total jumlah penderita TBC. Dua Kecamatan yakni Dringu dan Besuk menjadi wilayah paling banyak penderita. Pengawasan terus kami lakukan, namun harus menyesuaikan aturan sesuai dengan anjuran pemerintah,” tutur Dewi. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo-  Tidak hanya pandemi Covid-19 yang dapat menyebar dengan cepat. Penyakit menular lain seperti Tuberkulosis (Tbc) juga perlu diwaspadai. Angka pasien penderita TBC di Kabupaten Probolinggo masih tergolong sangat tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo mencatat hingga Jumat (24/7) terdapat 616 penderita.

Dari catatan yang ada, angka tersebut mengalami penurunan. Namun demikian penuruan terjadi bukan karena sembuhnya penyakit. Namun karena kegiatan pemeriksaan yang cukup masif saat ini masih dibatasi. Sehingga penanganan penyakit hanya dilakukan perkasus saja.

“Sejak bulan April terjadi penurunan. Sebab kami lebih fokus pada penanganan pandemi Covid-19. Sehingga kegiatan dilapangan untuk mencari suspect dikurangi,” ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular di Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dewi Vironica.

Jika berkaca pada tahun sebelumnya, di Kabupaten Probolinggo penderita TBC juga begitu banyak. Pada triwulan pertama terdapat 491 penderita dan pada triwulan kedua terdapat 388 penderita. Pihaknya pun memprediksikan angka penderita TBC tahun ini jumlahnya stagnan.

“Kalau tetap dilakukan pemeriksaan dan pencarian suspect, kemungkinan jumlah penderita yang ada pada tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya,” tandasnya.

Menurutnya, TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman yaitu mycrobacterium tuberculosis. Menyerang tubuh manusia terurama paru-paru. Penularan penyakit ini dapat tejadi melaui udara yakni dengan percikan dahak yang keluar dari penderita.

Namun hal ini dapat dicegah jika penderita TBC dapat menerapkan pola hidup sehat dengan menggunakan masker. Serta melakukan pemeriksaan dan pengobatan intensif pada pasien yang terkena penyakit TBC.

“Pencarian aktif sementara dikurangi, dari total jumlah penderita TBC. Dua Kecamatan yakni Dringu dan Besuk menjadi wilayah paling banyak penderita. Pengawasan terus kami lakukan, namun harus menyesuaikan aturan sesuai dengan anjuran pemerintah,” tutur Dewi. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/