alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Musim Kemarau Diprediksi BPBD Lebih Kering

PASURUAN, Radar Bromo – Masyarakat Kota Pasuruan harus lebih berhati-hati dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memperkirakan, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dari tahun lalu.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi sampai akhir September mendatang. Khusus wilayah Jatim, musim kemarau bakal lebih kering dengan tidak adanya hujan.

“Beberapa waktu lalu, badan metereologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) Jatim merilis jika kemungkinan musim kemarau di Jatim dilalui tanpa hujan turun selama 60 hari ke depan,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat wilayah Kota Pasuruan menjadi wilayah yang rawan kebakaran. Karena itu, pihaknya mengimbau pada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan fenomena ini. Misalnya, selalu mengecek dan mematikan listrik saat hendak keluar rumah.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar bahan yang mudah terbakar di dekat pemukiman. BPBD sendiri bakal melakukan antisipasi dengan menyiagakan petugas kebakaran selama 24 jam. Sehingga, jika ada kebakaran, masyarakat bisa langsung menghubungi BPBD.

“Perlu diwaspadai juga adalah dehidrasi akibat kemarau yang bersifat kering. Karena itu, masyarakat harus banyak minum air untuk mengantisipasinya,” terang Catur. (riz/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Masyarakat Kota Pasuruan harus lebih berhati-hati dalam menghadapi musim kemarau tahun ini. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memperkirakan, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dari tahun lalu.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Pasuruan, Catur Aldoko mengungkapkan, musim kemarau tahun ini diperkirakan terjadi sampai akhir September mendatang. Khusus wilayah Jatim, musim kemarau bakal lebih kering dengan tidak adanya hujan.

“Beberapa waktu lalu, badan metereologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) Jatim merilis jika kemungkinan musim kemarau di Jatim dilalui tanpa hujan turun selama 60 hari ke depan,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat wilayah Kota Pasuruan menjadi wilayah yang rawan kebakaran. Karena itu, pihaknya mengimbau pada masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan fenomena ini. Misalnya, selalu mengecek dan mematikan listrik saat hendak keluar rumah.

Selain itu, masyarakat diminta tidak membakar bahan yang mudah terbakar di dekat pemukiman. BPBD sendiri bakal melakukan antisipasi dengan menyiagakan petugas kebakaran selama 24 jam. Sehingga, jika ada kebakaran, masyarakat bisa langsung menghubungi BPBD.

“Perlu diwaspadai juga adalah dehidrasi akibat kemarau yang bersifat kering. Karena itu, masyarakat harus banyak minum air untuk mengantisipasinya,” terang Catur. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/