alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Super Blood Moon Terlihat Jelas, Begini Cara Orang-orang Menikmatinya

GENDING, Radar BromoBukit bintang Bentar, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi titik spot menarik untuk melihat Gerhana Bulan Total (GBT) atau Super Blood. Dengan ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan air laut, melihat dengan leluasa proses gerhana bulan total. Hanya saja, kondisi cuaca yang kurang mendukung, gerhana bulan total sempat terganggu awan.

Untuk menuju bukit bintang Bentar itu, harus melalui medan jalan yang berat. Karena kondisi jalan yang masih berbatuan, cukup menantang. Namun, capek dan perjuangan selama perjalanan itu, terbayarkan saat tiba di bukit bintang Bentar.

Tidak sedikit, warga yang datang ke bukit Bintang Bentar itu mulai pukul 16.30. Sambil menunggu gerhana bulan total, sore itu sangat cocok dan indah menikmati pemandangan dari atas bukit bintang Bentar. Karena di atas puncak bukit itu, dapat rasakan keindahan langit lepas, dan lautan luas dilengkapi dengan wisata Pantai Bentar. Ditambah view lalu lalang kendaraan bermotor di jalan raya Gending yang ramai tersebut.

Saat matahari mulai terbenam sekitar pukul 17.30, warga yang datang ke bukit bintang mulai diselimuti gelisih. Pasalnya, tak terlihat tanda-tanda kemunculan bulan. Bahkan, hingga pukul 17.45, terlihat di langit masih banyak awan-awan di atasnya. Sempat ada rasa putus asa dan ingin turun balik saja. ”Waduh, gerhana bulan total tidak kelihatan wes. Karena ketutupan awan mendung. Itu tidak muncul sama sekali,” kata Syahwan, salah satu pengunjung asal Citarum Kota Probolinggo.

Sekitar pukul 18.00, gerhana bulan mulai tampak sedikit. Kondisi itu, membuat optimis gerhana bulan total akan terlihat dari puncak bukit bintang Bentar tersebut. Perlahan secara pasti, cahaya bulan itu semakin jelas hingga sekitar 40 persen. Namun, beberapa kali gerhana bulan itu sempat tertutup awan. Hingga akhirnya, terlihat puncak gerhana bulan total itu sekitar pukul 18.15. Saat itu, terlihat warna bulan ke merah-merahan.

”Kemungkinan semua daerah di wilayah Probolinggo dan Jawa Timur ini tidak bisa melihat jelas gerhana bulan total. Karena cuaca dan awan ternyata sempat menghalangi. Mungkin kalau dilihat dari wilayah sisi utara Indonesia, seperti Kalimantan dan Sulawesi, bisa terlihat jelas,” kata Zaenal Arifin, salah satu Fotografer yang niat mengabadikan fenomena gerhana bulan total tersebut.

MERAH: Gerhana bulan yang terlihat di kawasan Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Yulius Christian, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo mengatakan, dirinya dan anaknya sengaja datang ke Bukit Bintang Bentar, untuk melihat secara langsung proses gerhana bulan total. Sebelum terjadi gerhana bulan, dirinya nikmati pemadangan indah dari atas bukit bintang Bentar tersebut. View pantai Bentar, kendaraan melintas di jalan raya yang lebar, ternyata membuat suasana nyaman berada di bukit bintang bentar.

”Tadi sempat cemas juga tidak bisa melihat gerhana bulan karena kondisi tertutup awan tebal. Tapi ternyata pukul 18.00, sudah mulai terlihat gerhana bulan dan bagus. Anak saya abadikan dengan kamera lensa tele, juga bagus hasilnya,” ungkapnya. (mas/fun)

GENDING, Radar BromoBukit bintang Bentar, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, menjadi titik spot menarik untuk melihat Gerhana Bulan Total (GBT) atau Super Blood. Dengan ketinggian sekitar 300 meter dari permukaan air laut, melihat dengan leluasa proses gerhana bulan total. Hanya saja, kondisi cuaca yang kurang mendukung, gerhana bulan total sempat terganggu awan.

Untuk menuju bukit bintang Bentar itu, harus melalui medan jalan yang berat. Karena kondisi jalan yang masih berbatuan, cukup menantang. Namun, capek dan perjuangan selama perjalanan itu, terbayarkan saat tiba di bukit bintang Bentar.

Tidak sedikit, warga yang datang ke bukit Bintang Bentar itu mulai pukul 16.30. Sambil menunggu gerhana bulan total, sore itu sangat cocok dan indah menikmati pemandangan dari atas bukit bintang Bentar. Karena di atas puncak bukit itu, dapat rasakan keindahan langit lepas, dan lautan luas dilengkapi dengan wisata Pantai Bentar. Ditambah view lalu lalang kendaraan bermotor di jalan raya Gending yang ramai tersebut.

Saat matahari mulai terbenam sekitar pukul 17.30, warga yang datang ke bukit bintang mulai diselimuti gelisih. Pasalnya, tak terlihat tanda-tanda kemunculan bulan. Bahkan, hingga pukul 17.45, terlihat di langit masih banyak awan-awan di atasnya. Sempat ada rasa putus asa dan ingin turun balik saja. ”Waduh, gerhana bulan total tidak kelihatan wes. Karena ketutupan awan mendung. Itu tidak muncul sama sekali,” kata Syahwan, salah satu pengunjung asal Citarum Kota Probolinggo.

Sekitar pukul 18.00, gerhana bulan mulai tampak sedikit. Kondisi itu, membuat optimis gerhana bulan total akan terlihat dari puncak bukit bintang Bentar tersebut. Perlahan secara pasti, cahaya bulan itu semakin jelas hingga sekitar 40 persen. Namun, beberapa kali gerhana bulan itu sempat tertutup awan. Hingga akhirnya, terlihat puncak gerhana bulan total itu sekitar pukul 18.15. Saat itu, terlihat warna bulan ke merah-merahan.

”Kemungkinan semua daerah di wilayah Probolinggo dan Jawa Timur ini tidak bisa melihat jelas gerhana bulan total. Karena cuaca dan awan ternyata sempat menghalangi. Mungkin kalau dilihat dari wilayah sisi utara Indonesia, seperti Kalimantan dan Sulawesi, bisa terlihat jelas,” kata Zaenal Arifin, salah satu Fotografer yang niat mengabadikan fenomena gerhana bulan total tersebut.

MERAH: Gerhana bulan yang terlihat di kawasan Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Yulius Christian, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo mengatakan, dirinya dan anaknya sengaja datang ke Bukit Bintang Bentar, untuk melihat secara langsung proses gerhana bulan total. Sebelum terjadi gerhana bulan, dirinya nikmati pemadangan indah dari atas bukit bintang Bentar tersebut. View pantai Bentar, kendaraan melintas di jalan raya yang lebar, ternyata membuat suasana nyaman berada di bukit bintang bentar.

”Tadi sempat cemas juga tidak bisa melihat gerhana bulan karena kondisi tertutup awan tebal. Tapi ternyata pukul 18.00, sudah mulai terlihat gerhana bulan dan bagus. Anak saya abadikan dengan kamera lensa tele, juga bagus hasilnya,” ungkapnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/