Selama Ramadan-Lebaran Konsumsi BBM Turun, Pertamina Pastikan Stok Aman

MAYANGAN, Radar Bromo – Selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan liquified petroleum gas (elpiji) di Jawa Timur menurun. Bahkan, meski ada pandemi Covid-19, Pertamina memastikan stok BBM dan elpiji aman.

General Manager Pertamina MOR V Werry Prayogi melalui Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji mengatakan, sejak memasuki awal Ramadan 1441 Hijriah, konsumsi BBM di Jawa Timur tercatat mengalami penurunan. Baik untuk jenis Gasoline (Premium dan Perta Series) maupuan jenis Gasoil (Biosolar dan Dex Series).

Penurunan konsumsi BBM jenis Gasoline sampai dengan Rabu (20/5) lalu, turun 26 persen dibanding konsumsi harian normal dari 12.900 kiloliter (Kl) per hari menjadi 9.600 Kl. Sementara, untuk jenis Gasoil juga ikut turun 22 persen dari 6.000 Kl menjadi 4.700 Kl per hari.

“Penurunan konsumsi BBM ini seiring dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. Serta, imbauan pemerintah untuk tidak mudik pada Hari Raya Idul Fitri selama masa pandemi Covid-19,” ujar Rustam Aji.

Untuk konsumsi elpiji sektor rumah tangga, selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah, sampai Rabu (20/5), tercatat stabil sebesar 3.900 metrik ton (MT) per hari. Termasuk, elpiji sektor rumah tangga berupa elpiji subsidi 3 kilogram serta Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

Rustam Aji mengatakan, Pertamina tetap fokus dan memastikan proses penyediaan energi tetap berjalan baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Karena BBM dan elpiji cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga dua-tiga bulan ke depan.

“Jadi, untuk stoknya aman. Kami tetap akan memberikan pelayanan yang baik dengan terus menjaga stok. Untuk stoknya sendiri hingga dua bulan ke depan aman,” ujarnya meski tidak menyebutkan berapa jumlahnya.

Rustam mengatakan, masyarakat juga dapat berpartisipasi aktif dalam upaya peningkatan pelayanan Pertamina. Serta, melaporkan bila terjadi kendala dan hambatan distribusi produk Pertamina melalui Pertamina Call Center di nomor 135. (rpd/rud/fun)