Penyelidikan Kasus Kebakaran Gudang BBM di Gending Bisa Dihentikan Apabila Begini

PAJARAKAN, Radar Bromo – Proses penyelidikan kasus terbakarnya dugaan penimbunan BBM di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan. Pihak kepolisian setempat sejauh ini masih menunggu hasil Labfor untuk menyimpulkan kasus itu.

AKP Rizki Santoso, kasat reskrim Polres Probolinggo menjelaskan, pihaknya sementara ini belum berani menyimpulkan kasus itu. Apakah itu kebakaran karena korsleting listrik atau ada hal lain seperti halnya kelalaian.

“Beberapa waktu lalu tim labfor sudah turun. Dan ini kami masih menunggu hasilnya,” ungkapnya.

Jika hasil telah turun, nantinya akan segera dikembangkan. Bila ada temuan kelalaian, maka pihaknya segera mengejar tindak pidana kelalaian tersebut. “Tentunya kami kejar apapun hasil dari polda. Karena itu, sudah hasil serangkaian penyidikan,” katanya.

Insiden kebakaran tempat penimbun BBM itu sendiri terjadi pada Kamis (19/3). Sejauh ini, pihak kepolisian belum menetapkan satupun tersangka dari kasus itu. Yang berpotensi menjadi tersangka satu-satunya yaitu pemilik usaha itu yakni Ladio. Namun, ia meninggal sehari setelah insiden terjadi.

Jika mengacu pada pasal 109 ayat (2) KUHP, apabila tersangka meninggal dunia, maka kasus tersebut bisa di SP3 atau dihentikan. Ulasan dalam pasal itu yakni penghentian penyidikan demi hukum. Hal tersebut dapat dipakai apabila ada alasan-alasan hilangnya hak menjalankan pidana yaitu antara lain karena nebis in idem (berkekuatan hukum tetap), tersangka meninggal dunia, atau karena perkara pidana telah kedaluwarsa.

Rizki membenarkan jika kasus itu berpotensi di-SP3. Itu, jika memang mengarah kepada Ladio. Namun, jika ada kaitannya dengan orang lain, maka orang lain tersebut berpotensi menjadi tersangka.

“Tentunya sementara mengarah pada pemilik. Tetapi, pemiliknya meninggal. Karena itu bisa jadi nanti di-SP3. Karena itu, kami masih menunggu hasil labfor,” terangnya.

Sejauh ini sudah 5 orang diperiksa dalam perkara itu. Dari jumlah itu, di antaranya ada keluarga pemilik. Berdasarkan keterangannya, usaha itu adalah milik Ladio. “Tunggu saja nanti hasilnya seperti apa. Pasti kami kabari,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran disertai ledakan terjadi di tempat gudang penyimpanan BBM di Desa Sebaung, Gending, Kamis (19/3). Akibat kejadian itu sedikitnya 5 orang meninggal dan 49 lainnya luka-luka. (sid/fun)