Kota Pasuruan Alokasikan Rp 3 M untuk Pasien Covid-19, Begini Mekanismenya

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar untuk biaya perawatan pasien Covid-19. Ini, dilakukan karena biaya perawatan pasien Covid-19 ditanggung oleh negara.

Pembiayaan itu berlaku sejak pasien ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Seperti disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.

Menurutnya, status ODP adalah status paling awal dalam penanganan virus korona. Sedangkan status di atasnya ialah pasien dalam pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi. Aturan yang menjamin biaya perawatan di rumah sakit bagi pasien itu juga tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/104/2020.

Ditambahkan Shierly, sumber pembiayaan pasien Covid-19 yaitu pemerintah pusat dan pemerintah daerah. “Sumber pembiayaan itu ada dua. Untuk PDP dan pasien positif, rumah sakit rujukan yang menangani bisa mengajukan klaim biaya ke Kemenkes,” terangnya.

Sedangkan, untuk pembiayaan pasien dengan status di bawahnya tak ditanggung pemerintah pusat. “Yang tidak ditanggung oleh pusat itu status PDP ringan hingga di bawahnya,” ungkap dia.

Untuk pasien yang pembiayaannya tak ditanggung pemerintah pusat, akan ditanggung Pemkot Pasuruan. Shierly menyebut, Pemkot mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar untuk penanganan pasien Covid-19.

Dia juga menegaskan, pembiayaan itu tidak hanya berlaku untuk warga Kota Pasuruan yang berstatus PDP ringan atau di bawahnya. Melainkan juga warga luar kota yang berdomisili di Kota Pasuruan, kemudian berstatus PDP ringan atau di bawahnya.

Kondisi itu, kata Shierly, seperti yang terjadi dengan kasus di klaster Petahunan. Ada lima orang dalam satu keluarga yang dinyatakan positif virus korona. Sedangkan dua orang di antaranya merupakan pembantu rumah tangga (PRT) dan tercatat sebagai warga Kabupaten Pasuruan.

“Untuk masyarakat luar Kota Pasuruan seperti dua pasien dari klaster Petahunan itu, pembiayaan sesuai dengan domisilinya,” ujarnya. (tom/hn/fun)