Direfocusing, Kini Sisa Rp 40 M untuk Proyek Jalan, Terbesar untuk Proyek PRIM

KRAKSAAN, Radar Bromo – Anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Probolinggo ikut terkepras usai refocusing untuk penanganan Covid-19. Dari sejumlah Rp 113 miliar, hanya tinggal Rp 40 miliar. Akibatnya, banyak perbaikan jalan yang rencananya diperbaiki tahun ini digeser tahun depan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Kabupaten Probolinggo Asrul mengatakan, tahun ini hanya beberapa titik saja yang akan diperbaiki. Termasuk proyek Provincial Road Improvement Maintenance (PRIM) yang pendanaanya bekerja sama dengan Australia.

Selain proyek PRIM, ada pula perbaikan jalan di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura dan di Kecamatan Tegalsiwalan. “Ada juga nanti pengerjaan yang bekerja sama dengan Kodim. Tapi, pelaksanaannya akhir tahun,” katanya.

Anggaran untuk PRIM sebenarnya sekitar Rp 74 miliar. Karena prosesnya yang telah berjalan seperti pengerjaan Tongas-Sukapura, pihaknya membuat sistem pembayaran tunda. Sehingga, untuk sementara dibayarkan separo dan sisanya tahun depan.

“Proyek PRIM ini berkelanjutan. Sekarang sudah dikerjakan. Karena itu, akhirnya kami melakukan sistem tunda. Mekanisme pembayarannya nanti tahun depan,” ungkapnya.

Untuk Sapikerep dan Tegalsiwalan, pengerjaannya dilakukan secara padat karya. Anggaran sebesar Rp 40 miliar itu dibagi menjadi tiga proyek tersebut. Namun, yang paling besar pembiayaan di proyek PRIM.

“Anggaran itu yang paling banyak di proyek PRIM. Karena dari anggaran Rp 113 miliar itu, yang paling besar memang PRIM,” ungkapnya.

Sebelumnya, juga ada anggaran perbaikan jalan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 33 miliar. Namun, dana itu terkepras semua saat refocusing. Karena itu, jalan yang hendak diperbaiki menggunakan dana tersebut tidak jadi dan ditunda tahun depan.

“Untuk pendanaan dari DAK sudah tidak ada. Semuanya dikepras saat Refocusing. Jadi perbaikannya ya ditunda,” terangnya. (sid/fun)