Ada 6 Ribu Kehamilan di Kab Probolinggo selama Stay at Home, Dinkes Sebut Stagnan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Semenjak adanya pandemi wabah Covid-19, masyarakat diminta untuk selalu berdiam diri di rumah. Selama stay at home, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) per Selasa (19/5) lalu mencatat ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan.

Meski begitu, hal tersebut tak terjadi di Kabupaten Probolinggo. Walau pemerintah memberlakukan kebijakan di rumah saja, angka kehamilan cenderung stagnan. Per 22 Mei lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mencatat hanya sekitar 6.448 kehamilan baru. Itu, terdata sejak awal Januari hingga 22 Mei.

Sutilah, kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes setempat mengatakan, di masa pandemi korona ini tidak ada lonjakan kehamilan. Bahkan, cenderung stagnan.

“Tidak ada peningkatan. Jumlah kehamilan setiap bulannya sama saja,” katanya.

Menurutnya, setiap bulan pertambahan angka kehamilan di Kabupaten Probolinggo berkisar 1.500 orang. Itu, berdasarkan data yang masuk pada dinas. Jumlah itu, sama halnya dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi cenderung stagnan. Setiap bulan penambahannya sama dengan tahun sebelumnya. Yaitu, sekitar 1.500 orang,” ungkapnya.

Selama masa pandemi ini, pihaknya telah menyarankan masyarakat untuk melakukan program Keluarga Berencana (KB). Sehingga, penambahan kehamilan baru setiap bulannya tidak mengalami peningkatan.

“Sebelumnya memang sudah kami sarankan untuk KB. Jadi, tidak ada peningkatan karena Covid,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang ada, di beberapa daerah jumlah kehamilan baru karena Covid-19 mengalami peningkatan. Ini diduga terjadi lantaran kebijakan di rumah saja yang didengungkan pemerintah, dengan tujuan korona tak menyebar. (sid/fun)