alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 26 October 2020

dr Ferry Limantara, Satu-satunya Dokter Spesialis Emergency di Kabupaten Pasuruan

dr Ferry Limantara Sp EM, adalah dokter spesialis emergency IGD RSUD Bangil. Sudah beberapa kali pasien rumah sakit setempat, yang berhasil terselamatkan, meski sudah kritis.

————-

Seorang pemuda terbaring sekarat di ruang IGD RSUD Bangil. Nafasnya berhenti. Jantungnya tak berdetak lagi. Beberapa orang yang sempat menolongnya, menganggap ia sudah mati. Harapan hidup seolah tidak ada lagi.

BESAR: Gedung Instalasi gawat Darurat di RSUD Bangil. Disinilah dr Ferry Limantara bertugas. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Namun, dokter Ferry Limantara mendapati hal berbeda. Ia melihat ada peluang, pemuda 26 tahun itu selamat. Sontak, alat pijat jantung cardiopulmonary resuscitation (CPR) kemudian dipasangkan di atas dada si pemuda.

Cukup lama, hingga 20 menit menunggu, reaksi pun muncul. Layar monitor rekaman jantung, bergerak naik turun. Nafasnya pun mulai teratur, setelah dipasang intubasi yang menyambung ke ventilator (mesin alat bantu napas, red).

“Orangnya sekarang sembuh. Bahkan, sudah diperbolehkan pulang,” kata Ferry -sapaannya- menceritakan pengalaman saat menangani pemuda yang tersengat listrik.

Menurut Ferry, jika diamati kasat mata, mungkin pasien tersebut dikatakan telah meninggal dunia. Karena, nafas dan jantungnya, berhenti. Namun, ia melihat kalau ukuran diameter pupil matanya masih normal. Ada reflek ketika diberi cahaya. Hal itulah, yang membuatnya menilai, masih ada harapan untuk diselamatkan.

Kasus yang terjadi pada pemuda tersebut, bukan hanya pertama kali ditemuinya. Ada beberapa kasus-kasus lain, yang nyaris sama. Ketika pasien sudah hampir meninggal, ternyata ia dan timnya di IGD RSUD Bangil, berhasil menyelamatkan mereka.

Seperti kasus sakit asma akut yang diderita pasien RSUD Bangil. Ketika itu, ada pasien asma yang sudah nyaris meninggal. Karena sudah mengalami gagal nafas.

Tapi, ada peluang ketika jantungnya masih berdenyut. Alat bantu pernapasan pun dipasang, hingga pelan tapi pasti, pasien itu bisa diselamatkan.

“Di situlah saya merasa puas dan bangga. Memang nyawa adalah kehendak Tuhan. Tapi, paling tidak, kami berhasil menciptakan asa bagi setiap nyawa,” imbuhnya.

Ferry merupakan dokter spesialis emergency di RSUD Bangil. Sudah setahun lebih, ia menjadi dokter spesialis emergency khusus di IGD RSUD Bangil. Sebelumnya, ia hanyalah seorang dokter umum yang bertugas di tempat yang sama, yakni IGD RSUD Bangil.

“Saya sudah menjadi dokter umum di IGD RSUD Bangil, sejak 2005. Itu setelah pindah dari Puskesmas Sumberpitu-Nongkojajar,” kisah suami dari Fariha ini.

Ia memilih untuk menjadi dokter spesialis emergeny, berbekal pengalamannya selama menjadi dokter umum di IGD RSUD Bangil. Pernah, ia punya pengalaman pahit, sebelum menjadi dokter spesialis emergency.

Ketika itu, ada pasien asma yang berujung pada kematian. Padahal, dari sisi medis, peluang untuk diselamatkan masih ada dan tidak tahu harus berbuat apa.

“Kondisinya memang sudah sangat buruk. Tapi, peluang untuk diselamatkan, sebetulnya ada kalau ditangani secara cepat dan benar. Sayangnya, di RSUD Bangil dulunya kan tidak ada dokter soesialis Emergency,” sambungnya.

Hal itulah, yang membuatnya merasa prihatin. Karena baginya, nyawa seseorang itu sangat berharga untuk diselamatkan. Ia pun bertekad untuk bisa menjadi dokter spesialis emergency.

Supaya, bisa lebih banyak nyawa yang dalam kondisi darurat, bisa diselamatkan. “Tak disangka, kesempatan itu datang. Pihak RSUD Bangil, membuka peluang untuk kuliah spesialis emergency. Saya pun ditunjuk dan akhirnya bisa lulus Juli 2017 lalu,” urai bapak dua anak ini.

Ia pun tak hanya menjadi dokter spesialis emergency satu-satunya di RSUD Bangil. Bahkan di seluruh Kabupaten Pasuruan. Sejak saat itulah, banyak nyawa yang kondisinya gawat darurat mampu diselamatkan. Meski tak semuanya.

Tapi, setidaknya ia dan tim perawat di IGD Bangil, mampu menguranginresiko pasien gawat darurat meninggal dunia. Tentunya, dengan dukungan pula dari dokter spesialis lain, yang melakukan perawatan lanjutan.

Selama bertugas di IGD RSUD Bangil, banyak pengalaman suka maupun duka yang dirasakan. Rasa bahagia itu muncul, ketika bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Namun, rasa sedih muncul, ketika tak bisa menyelamatkan pasien.

Komplain memang sering didapatkan. Khususnya bagi pasien yang datang duluan. Padahal, di IGD tidak melihat antrean. Tetapi lebih pada, kondisi kegawatan seseorang.

“Kami melihat kondisi pasien. Kalau kritis (gawat darurat), itu yang kami tangani terlebih dahulu. Kami pun tak membedakan pasien umum ataupun BPJS. Yang jelas, kegawat daruratan kondisi pasien itu yang kami utamakan untuk mendapatkan penanganan lebih dulu. Jadi, beda dengan poli, yang mengedepankan antrean,” tandas lelaki kelahiran 4 Januari 1978 ini.

Rasa prihatin juga ada dalam benaknya, terkait image yang masih melekat di masyarakat. Di mana, banyak yang menganggap kalau ingin mati, sebaiknya ke RSUD Bangil. Ia bertekad, untuk mengubah image tersebut.

“Dengan upaya yang kami lakukan, kami yakin bisa menghapus stigma masyarakat,” pungkasnya. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Penuhi Syarat, JMSI Serahkan Berkas Pendaftaran ke Dewan Pers

Dideklarasikan 8 Februari 2020, dalam waktu singkat JMSI dapat memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.

Ngantuk, Pemotor asal Sidoarjo Tabrak Taman Bambu Runcing Pandaan    

Motor Honda Supra X yang dikendarai korban seorang diri, menabrak taman Bambu Runcing

Fortuner Tabrak Pikap Parkir di Prigen, Tiga Terluka  

Sesampainya di lokasi kejadian, Fortuner itu menabrak dari belakang pikap Isuzu Panther pikap yang diparkir di bahu jalan sebelah kiri.

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.

Ajukan Lagi Lintasan Atletik Rp 4 M untuk Stadion Pogar

Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Pasuruan berencana mengusulkan kembali tambahan fasilitas di di Stadion R Soedrasono, tahun depan.