Tak Tahan Isolasi, Pasien PDP di RSUD Bangil Ngamuk dan Minta Pulang

BANGIL, Radar Bromo– Seorang warga berstatus PDP di Kabupaten Pasuruan mengamuk. Diduga, lantaran pasien tersebut tak betah diisolasi di RSUD Bangil.

Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Corona Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya, pasien tersebut awalnya memiliki gejala Covid-19. Deman dan pilek layaknya flu. Namun, hasil lab menyatakan yang bersangkutan negatif Covid-19.

“Mungkin karena tidak betah dengan isolasi yang dilakukan di RSUD Bangil, makanya pasien tersebut ngamuk,” urainya.

Karena itulah, pasien tersebut kini dipindahkan ke rumah sakit lain yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Namun, pasien tersebut tetap mendapatkan pengawasan. Ia pun memastikan, kalau pasien tersebut, negatif Covid-19.

“Pasiennya sudah pindah ke rumah sakit lain. Tapi tetap mendapatkan pengawasan,” pungkasnya yang menyebut tiga harian lalu, pasien tersebut keluar dari RSUD Bangil.

Sementara itu, warga berstatus orang dalam risiko (ODR) Covid-19 kian meningkat. Sebelumnya, hanya ada 220 orang. Namun sekarang, mencapai 502 orang.

“Untuk yang memiliki resiko memang banyak. Karena, banyak lalu lalang masyarakat. Ada yang dari Surabaya dan Malang dan yang lainnya,” jelas Anang.

Selain itu, untuk ODP jumlahnya juga bertambah. Dari empat orang, menjadi enam orang. Sedangkan PDP, masih sama. Sebanyak lima orang. “Empat di antaranya, negatif Covid-19. Sementara satu lagi, masih menunggu hasil lab,” tuturnya. (one/hn/fun)