RSUD Tongas sebagai RS Rujukan Pasien Korona Ditargetkan Mulai Minggu Depan

PENCEGAHAN: Petugas menyemprotkan disinfektan di sudut RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang direncanakan menjadi rumah sakit rujukan pasien korona. (Foto: BPBD Kabupaten Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TONGAS, Radar Bromo – Sejumlah persiapan terus dilakukan untuk menjadikan RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo, sebagai rumah sakit rujukan pasien korona atau Covid-19. Selain menyiapkan tenda sebagai tempat pemeriksaan awal, seluruh ruangan rumah sakit ini juga sudah disemprot disinfektan.

Penyemprotan dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo, Rabu (25/3) pagi. Penyemprotan dilakukan merata di setiap sudut ruangan sebagai pencegahan penyebaran virus korona.

“Kami sebagai pelaksana bersinergi. Mengingat, RSUD Tongas akan dijadikan rumah sakit rujukan. Saat ini kami lakukan penyemprotan untuk antisipasi penyebaran virus,” ujar Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Probolinggo Abdullah.

Sehari sebelumnya, tim gabungan telah mendirikan sebuah tenda peleton berukuran 6 meter kali 12 meter di halaman RSUD Tongas. Tenda yang akan difungsikan sebagai tempat pemeriksaan awal ini berkapasitas 20 orang. “Untuk lebih pastinya nanti fungsinya untuk apa, dapat diketahui ketika RSUD Tongas sudah benar-benar menjadi rujukan pasien korona,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo Anang Boedi Yoelianto mengatakan, persiapan RSUD Tongas dilakukan secara bertahap. Namun, pihaknya menargetkan RSUD Tongas sebagai rumah sakit rujukan pasien korona dapat difungsikan mulai minggu depan. “Perlu banyak hal yang perlu dipersiapkan agar rumah sakit benar-benar siap untuk difungsikan dan ini masih dalam proses,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan yang harus dilakukan mulai dari layanan, alat, dan tenaga medis yang akan dilibatkan. Termasuk, pemindahan pasien umum yang selama ini dirawat di RSUD Tongas. “Terkait pemindahan (pasien umum) juga masih perlu kami pertimbangkan akan dipindahkan ke mana. Kami upayakan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo ini. (ar/rud/fun)