Polisi Masih Rahasiakan Tersangka Ledakan Gudang BBM di Gending

GENDING, Radar Bromo – Kasus ledakan tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, masih terus didalami. Sampai kemarin, penyidik Polres Probolinggo belum mau mengungkapkan tersangka kasus ledakan yang menewaskan tiga orang ini.

Kasat Reskrim Polres ProbolinGgo AKP Rizki Santoso mengatakan, mengenai siapa tersangkanya, belum bisa memastikan. “Untuk tersangka pastinya ada. Yang pasti terkait penimbunannya,” ujarnya.

Ia mengaku masih terus melakukan penyelidikan. Pihaknya telah mengamankan sejumlah drum yang masih berisi BBM. Delain drum berisi BBM, sisa-sisa ledakan juga diamankan. Termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Semua itu dilakukan guna berkas dan barang bukti. Beberapa barang bukti sudah kami amankan. Ini, tujuannya untuk melengkapi berkas dan barang bukti. Sejauh ini kami juga mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujarnya.

Menurutnya, ada tiga saksi yang telah dimintai keterangan. Mereka merupakan warga yang diduga mengetahui kejadian secara langsung. Pemiliknya, Ladiyo belum sempat dimintai keterangan. Dia meninggal empat hari setelah kejadian. Dia meninggal ketika menjalani perawatan di RS Saiful Anwar Malang.

“Pemiliknya belum kami periksa. Untuk yang perempuan, Mala juga belum. Karena saat itu dia kan menemani suaminya di rumah sakit. Tetapi, nanti akan kami lakukan pemanggilan,” ujarnya.

Rizki mengaku juga belum bisa memastikan penyebab ledakan dan kebakarannya. Berdasarkan keterangan warga di lokasi, kejadian itu bermula dari lokasi penimbunan BBM. “Tetapi, nanti secara utuh kami sampaikan setelah penyelidikan selesai,” ujarnya.

Diketahui, Kamis (19/3), sebuah tempat penyimpanan BBM di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, terbakar. Tempat itu milik pasangan suami istri Ladiyo-Mala. Akibatnya, tiga bangunan gosong dan 52 orang menjadi korban. Di antaranya, 3 korban meninggal dunia. Yakni, menantu pemilik bangunan, Alimuddin; saudara pemilik bangunan, Saiful Rosi; dan pemilik bangunan, Ladiyo. (sid/rud/fun)