Ada Pandemi Korona, Warga Probolinggo Ini Tunda Resepsi Pernikahan

BERI PEMAHAMAN: Jumaiyah orang tua mempelai saat diajak berdiskusi dengan lurah Mangunharjo serta perwakilan TNI dan Polri soal rencana pembatalan resepsi pernikahan sang putri. Inset, pengumuman penundaan resepsi pernikahan Putri S.Ningrum dan Satrio H. Santoso. (Istimewa)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Sabtu 28 Maret mendatang mestinya jadi hari bahagia bagi keluarga pasangan Putri S.Ningrum dan Satrio H.Santoso. Sebab, hari itu pasangan suami-istri baru itu bakal menggelar pesta resepsi pernikahan.

Undangan pasangan asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dan Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo sudah tersebar. Akad nikahnya, sudah dilaksanakan pada 23 Desember 2019 lalu, resepsi baru akan dilaksanakan bulan ini di aula Kelurahan Mangunharjo, Jalan WR Supratman.

Namun, resepsi pernikahan itu resmi ditunda. Pengumuman penundaan itu pun disebar Selasa (24/3), di media sosial (medsos). Pengumumannya, hampir mirip dengan undangan.

Isi pesannya; “Sehubungan dengan pencegahan virus COVID 19, Kapolri melarang mengadakan perkumpulan yang mendatangkan banyak massa, maka resepsi pernikahan Putri dan Satrio 28 Maret 2020 ditunda. Terima kasih dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya”.

Lurah Mangunharjo, Risqi Fadillah mengungkapkan, Ibu Jumaiyah orang tua mempelai sebenarnya sudah menyewa aula kelurahan sejak Desember.

“Selasa (24/3) kami panggil ke kantor, kami minta pendampingan dari Bhabinkamtibmas juga. Disampaikan sesuai maklumat Kapolri dan beberapa pertimbangan seperti resepsi pernikahan menjadi sarana penularan virus dan bisa jadi banyak yang tidak hadir ke acara tersebut,” kata lurah yang akrab disapa Kiki itu.

Si empunya hajat awalnya tetap ingin berencana melanjutkan resepsi dengan pemakaian protokol kesehatan. Tetapi, semakin hari kondisi sebaran covid 19 kian banyak. Walhasil pihak kelurahan dan kepolisian tetap menyarankan untuk ditunda.

“Mereka akhirnya bermusyawarah. Katanya, ya sudah ditunda saja, toh akad sudah dilaksanakan dan mendukung anjuran pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus COVID 19,” sambung Risqi, menirukan apa yang disampaikan pihak Jumaiyah yang sudah menyebar sekitar 300 undangan.

Risqi pun bersyukur kedua pengantin dan keluarga begitu memahami situasi yang terjadi saat ini. “Ya semoga menjadi inspirasi buat yang lain,” harapnya.

“Kita ini lagi perang dengan musuh yang tidak tampak. Jangan tambeng-tambeng, kecuali memang harus keluar dan tidak bisa ditinggalkan. Kongkow-kongkong ga berfaedah dihilangkan-lah. Ini yang akan resepsi nikahan aja ditunda,” seru lurah perempuan ini.

Sementara itu, melalui chat-nya dengan Lurah Risqi, Putri S.Ningrum mengaku berterimakasih telah disupport. Meski memang berat baginya dan keluarga, untuk menekan ego mereka demi kebaikan semuanya. “Semoga banyak berkah dari semua ini. Semoga Kota Probolinggo tetap aman dan terkendali,” tulisnya.

Penundaan pernikahan itu pun mendapat atensi dan apresiasi dari Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Orang nomor satu di kota mangga itu pun sempat membuat status WhatsApp, yang membahas penundaan resepsi pernikahan itu dan mengunggah pengumuman penundaan resepsi.

Membaca pengumuman ini, saya begitu terharu. Artinya, upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah akhirnya ada yang merespon dengan baik. Semoga dibatalkannya resepsi tidak mengurangi kebahagiaan kedua mempelai. Mudah-mudahan menjadi contoh untuk yang lainnya, bahwa mencegah lebih baik dari pada terisolasi sakit virus corona” tulis Wali Kota Hadi.

“Saya ucapkan selamat berbahagia, semoga sakinah mawadah warrahmah. Ditundanya acara itu tentunya tidak lepas dari upaya agar semua saudara, keluarga dan tamu undangan terhindar dari COVID 19,” ujar Habib Hadi seperti dirilis di web resmi Dinas Kominfo setempat. (mie)