Terseret Banjir Saluran Air Tol Paspro, Bocah MI asal Tongas Meninggal

TONGAS, Radar BromoBanjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/2) kembali menelan korban. Usai beberapa waktu lalu ada nelayan meninggal saat tengah menguras perahu di tengah banjir, kali ini siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) meninggal usai terseret arus banjir di sekitar saluran tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Bocah malang itu diketahui bernama Hengki Kurniawan, 12 asal Dusun Gunung Tugel, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas. Ia terseret arus banjir saat pulang sekolah.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kejadian nahas itu berlangsung sekitar pukul 16.00. Saat itu, korban Hengki baru pulang sekolah. Mengingat korban kelas VI, jadi ia ada kegiatan jam belajar tambahan.

Hengki bersama temannya saat itu bermain di tepi saluran air dekat jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Tanpa diduga, ada aliran air deras dari arah selatan yang lantas menghantam korban Hengki. Hingga akhirnya, Hengki sempat terseret arus. Ia lalu ditemukan sudah meninggal tidak jauh dari lokasi awal terseret.

Camat Tongas Abdul Ghafur saat dikonfirmasi membenarkan adanya siswa MI yang meninggal terseret banjir. ”Kami sudah datangi rumah duka. Informasinya, korban itu sempat terseret air banjir. tapi tidak terlalu jauh, korban ditemukan,” katanya.

Camat menjelaskan, diduga korban meninggal karena hantaman air banjir cukup keras. Korban Hengki sempat dibawa ke Puskesmas Curahtulis, Tongas. Tetapi, saat itu kondisinya sudah tidak bernapas.

Pihak kecamatan dan kepolisian lantas meminta jenazah Hengki untuk dibawa ke RSUD Tongas, untuk dilakukan visum. Namun, pihak keluarga korban tidak berkenan. Sebab, menganggap kejadian itu sebagai musibah. Korban pun akhirnya dikebumikan.

”Kami berharap, dari pihak pelaksana atau pengelola jalan tol paspro, memperbaiki dan memastikan saluran air sekitar jalan tol berfungsi dengan baik,” harap camat. (mas/mie)