Pasuruan Dilanda Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan Perkotaan Terendam Banjir

PANGGUNGREJO, Radar Bromo– Hujan deras yang melanda Kota Pasuruan Rabu (26/2) petang (26/2) berdampak. Intensitas hujan yang tinggi dan lama membuat sejumlah ruas jalan perkotaan dan permukimanan warga terendam banjir.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, ada enam ruas jalan yang terdampak banjir. Yakni Jalan Wachid Hasyim, Jalan Halmahera, Jalan Belitung, Jalan Sumatra dan Jalan Kyai Abdul Hamid di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo serta Jalan Pati Unus, Kelurahan Krampyangan, Kecamatan Bugulkidul.

Ketinggian air bervariasi. Mulai dari 30 sentimeter hingga 80 sentimeter. Bahkan di pemukiman warga yang berada di dekat Kali Basin mencapai setinggi hampir satu meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga menjadi lumpuh sebab ruas jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan.

Sejumlah pengendara pun harus memutar arah. Bahkan ada warga setempat yang harus menuntun motornya agar motornya tidak mogok terkena air. Tak sedikit pula pengendara yang mengalami mogok sebab mereka tetap nekat melintas di jalan tersebut.

Salah seorang warga asal Jalan Kyai Abdul Hamid gang II, Sheriyang, 16 mengungkapkan, banjir ini disebabkan hujan yang sangat deras sejak sore. Air mulai meluap masuk ke pemukiman sekitar pukul 16.00. Kondisi ini selalu terjadi jika hujan deras terjadi dalam waktu lama.

“Di tempat saya di gang dua ketinggian air sampai 80 sentimeter. Mudah-mudahan hujan cepat reda. Kalau hujan tetap deras seperti ini air akan sulit untuk bisa surut,” jelasnya.

Sementara itu, Billy, 40, warga Jalan Pati Unus menuturkan setiap kali hujan deras datang, wilayahnya pasti terkena banjir. Sebab lokasi Jalan Pati Unus yang berupa cekungan sehingga lebih rendah dari sungai setempat. Banjir ini sudah menjadi langganan sejak ia menetap lebih dari 10 tahun lalu.

“Dari dulu kalau musim hujan tiba, di sini pasti banjir. Apalagi ini hujan turun sudah sejak jam 15.00 dan intensitasnya sangat tinggi dan merata,” sebutnya.

TERGENANG: Banjir yang melanda sejumlah jalan dan perkampungan mulai terjadi menjelang malam. (Foto: Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Ahmad Rosidi, 53, warga gang I Jalan Kyai Wahid Hasyim menambahkan  ia berharap agar ada  normalisasi Kali Basin. Sebab kondisi saat ini sudah dangkal. Sehingga  setiap tahun pasti terdampak banjir. Dan ini sudah yang keempat kalinya dialami oleh nya selama musim hujan ini.

“Iini yang paling parah. Terakhir kali dikeruk itu sekitar 10 tahun lalu. Kami dari warga setempat berharap agar ada normalisasi pada drainase dan kali Basin,”sebutnya.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, Samsul Hadi menyebut banjir ini karena hujan deras yang merata di wilayah perkotaan. Di sisi lain ada pendangkalan pads drainase. Sehingga air pun meluber ke jalan dan pemukiman warga.

Pihak BPBD dibantu relawan tanggap bencana tetap siaga selama 24 jam jika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Seperti menyiapkan mobil rescue maupun mobil ambulans jika ada warga yang sakit dan butuh untuk dilakukan proses evakuasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan normalisasi pada kali dan drainase yang dangkal. Sejauh ini belum ada warga yang kami evakuasi. Tapi kami tetap stand by,”terang Samsul. (riz/fun)