Penerimaan Cukai Pasuruan Capai Rp 52 Triliun, Tertinggi Se-Indonesia

BANGIL, Radar Bromo – Penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) A Pasuruan, kembali meraih penerimaan tertinggi se-Indonesia. Per 31 Desember 2019, Kantor Bea Cukai Pasuruan mendapatkan penerimaan Rp 52,508 triliun atau 104,04 persen dari target Rp 50,497 triliun.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP A Pasuruan Edi Budi Santoso, mengatakan hasil realisasi penerimaan cukai tahun kemarin cukup bagus. Selain mencapai target, penerimaan cukai di Pasuruan masih menjadi tertinggi se-Indonesia.

“Meski di akhir tahun kemarin ada kenaikan target, dari awalnya Rp 49,209 triliun naik menjadi Rp 50,497 triliun, meski begitu sampai tutup tahun tetap bisa mencapai target,” ujarnya.

Menurutnya, naiknya penerimaan tahun kemarin dibanding tahun sebelumnya cukup tergenjot dengan penerimaan akhir tahun lalu. Edi mengatakan, trennya permintaan cukup tinggi pada akhir tahun. Karena, biasanya perusahaan rokok banyak yang menggenjot produksinya pada akhir tahun untuk mencapai target produksi.

“Sehingga, biasanya antara November-Desember, permintaan cukai cukup tinggi. Bahkan, jika November masih 88 persen, pada Desember bisa melampaui target hingga mencapai 104 persen dari target,” ujarnya.

Dibandingkan realisasi penerimaan pada 2018, tahun kemarin meningkat 11,41 persen. Pada 2018 lalu penerimaan cukai mencapai Rp 47,118 triliun dan tahun kemarin Rp 52,508 triliun.

Dengan penerimaan itu, kara Edi, Kabupaten Pasuruan kembali menjadi penyumbang cukai terbesar se-Indonesia. Bahkan, secara persentase sumbangan ke negara bisa lebih tinggi. Jika pada 2018 dengan target peneriman cukai se-Indonesia yang mencapai Rp 159,6 triliun, Pasuruan menyumbang 29,5 persen.

“Tahun 2019 dengan target penerimaan cukai se-Indonesia mencapai Rp 165,5 triliun, Pasuruan menyumbang Rp 52,5 triliun atau 31,7 persen. Sehingga, secara prosentase naik,” ujarnya.

Pasuruan sendiri sudah sejak 2013 lalu menjadi penyumbang terbesar cukai se-Indonesia. Ini tak lain karena jumlah pabrik rokok di Pasuruan cukup besar, mencapai 59 perusahaan. Hal inilah yang mendongkrak penerimaan cukai di Pasuruan. (eka/rud)