alexametrics
24.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Asusila di Kelas saat Jam Sekolah, DP Pasuruan Bentuk Tim-Buat Rekom

GRATI – Aksi asusila di dalam kelas saat jam sekolah dengan korban dan pelaku sesama murid kelas 4 SD, jadi perhatian Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Pasuruan. Dewan Pendidikan cukup prihatin atas insiden itu.

Ketua Dewan Pendidikan setempat, Habib Zaenal Abidin menjelaskan, seharusnya insiden itu tak perlu terjadi. Sebab, aksi ini di ruang kelas yang seharusnya berada dalam pengawasan guru. Selain itu, para pelaku juga tak segan mengancam temannya menggunakan cutter.

Dewan Pendidikan mengaku, sudah membentuk tim untuk penyelesaian dan mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, pihak kepolisian harus mengambil langkah tegas agar peristiwa ini tidak kembali terulang. Apalagi korbannya adalah anak-anak.

“Peristiwa ini kalau dibiarkan bisa menjadi cerminan bagi anak lainnya untuk meniru hal serupa. Apalagi ketiga terduga pelaku ini sempat mengancam seluruh siswa,” kata Zainal Abidin.

Lalu, ada langkah tegas bagi guru dan kasek setempat? Pihaknya akan meminta pada instansi terkait untuk memperketat pengawasan pada anak didik dan pemberian sanksi bagi pendidik yang lengah. Serta, adanya perhatian serius dari Dispendik.

“Harus ada pengawasan yang lebih maksimal dan penanganan serius dari peristiwa ini. Termasuk melibatkan peran orang tua dalam pendidikan,” terangnya.

Terpisah, Kasatrekrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengaku pihaknya belum bisa berkomentar banyak pada peristiwa tersebut. Penyidik masih meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa ini.

“Masih penyelidikan. Seluruh terduga pelaku masih berstatus sebagai saksi. Kami bakal memanggil mereka satu per satu,” terang mantan Kapolsek Purwodadi ini. (riz/mie)

GRATI – Aksi asusila di dalam kelas saat jam sekolah dengan korban dan pelaku sesama murid kelas 4 SD, jadi perhatian Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Pasuruan. Dewan Pendidikan cukup prihatin atas insiden itu.

Ketua Dewan Pendidikan setempat, Habib Zaenal Abidin menjelaskan, seharusnya insiden itu tak perlu terjadi. Sebab, aksi ini di ruang kelas yang seharusnya berada dalam pengawasan guru. Selain itu, para pelaku juga tak segan mengancam temannya menggunakan cutter.

Dewan Pendidikan mengaku, sudah membentuk tim untuk penyelesaian dan mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, pihak kepolisian harus mengambil langkah tegas agar peristiwa ini tidak kembali terulang. Apalagi korbannya adalah anak-anak.

“Peristiwa ini kalau dibiarkan bisa menjadi cerminan bagi anak lainnya untuk meniru hal serupa. Apalagi ketiga terduga pelaku ini sempat mengancam seluruh siswa,” kata Zainal Abidin.

Lalu, ada langkah tegas bagi guru dan kasek setempat? Pihaknya akan meminta pada instansi terkait untuk memperketat pengawasan pada anak didik dan pemberian sanksi bagi pendidik yang lengah. Serta, adanya perhatian serius dari Dispendik.

“Harus ada pengawasan yang lebih maksimal dan penanganan serius dari peristiwa ini. Termasuk melibatkan peran orang tua dalam pendidikan,” terangnya.

Terpisah, Kasatrekrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengaku pihaknya belum bisa berkomentar banyak pada peristiwa tersebut. Penyidik masih meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa ini.

“Masih penyelidikan. Seluruh terduga pelaku masih berstatus sebagai saksi. Kami bakal memanggil mereka satu per satu,” terang mantan Kapolsek Purwodadi ini. (riz/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/