Duka Keluarga Korban Tsunami Banten asal Bangil, Korban Baru Pulang Umrah

PENUH HARU: Suasana duka menyambut kedatangan jenazah Ninil Ukhita Anggra Wardani, 38, korban tsunami Banten, di Perum Batara, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji. Inset: Ninil semasa hidup. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Tangis haru menyambut kedatangan jenazah Ninil Ukhita Anggra Wardani, 38, di rumah duka Perum Batara, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Senin malam (24/12). Perempuan yang bertugas sebagai Manajer Aset dan Properti Induk Transmisi PLN Jawa Barat-Banten itu menjadi salah satu korban tsunami yang menerjang Banten dan sekitarnya.

IWAN ANDRIK, Bangil

Halaman rumah bernomor F6/29 di Perum Barata, Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, itu tampak dipenuhi para petakziah. Mereka bukan hanya kerabat ataupun tetangga Ninil Ukhita Anggra Wardani. Tetapi, juga sahabatnya yang sama-sama bekerja di PLN.

Suasana petang itu terasa hening. Namun, semua berubah ketika sirine ambulans meraung-raung. Mendadak, para petakziah memilih berdiri. Mereka kemudian mengerumuni mobil ambulans tersebut. Sembari kemudian, menyambut peti mati yang ada di dalam ambulans.

Tangis haru pun pecah. Suasana berubah penuh duka. Linangan air mata tak kuasa menetes dari sejumlah petakziah. Alunan tahlil pun menggema. “Jangan nangis. Saya ikhlas. Saya tidak kuat kalau melihat ada yang menangis,” kata Ashari, ayah Ninil Ukhita Anggra Wardani mencoba tabah.

Ashari mengungkapkan, Ninil merupakan anak semata wayangnya. Kematiannya memang membawa duka bagi keluarga. Namun, ia tetap berusaha tegar dan merelakan semuanya. Karena semua itu sudah menjadi kehendak yang Mahakuasa. Tadi malam, jenazah korban dimakamkan di TPU Kalirejo, Kecamatan Bangil, tempat lahirnya Ninil.

Ia menuturkan, kematian Ninil meninggalkan suami dan dua orang anak. Suami Ninil, Akhmad Diak Kaukabi merupakan karyawan di salah satu provider. Sementara anak Ninil, Akhmad Khawarismi Azmi, 10 dan Farzana Arfa Fahira, 7, masih berstatus pelajar kelas 4 dan 1 SD.

“Ninil sudah belasan tahun bekerja di PLN. Mereka tinggal di Cinere, Jawa Barat,” terangnya. Kebetulan waktu kejadian, kata Ashari, ia dan istrinya, Jumiati tinggal di rumah korban. Mereka sengaja tinggal di Cinere lantaran menunggu anak-anak korban yang ditinggal umrah.

Ninil dan suaminya, Akhmad Diak Kaukabi, umrah sejak November. “Dan, mereka baru pulang Umrah, 22 November kemarin,” tambahnya. Tidak ada firasat apapun yang dirasakan Ashari sebelum kematian korban. Namun, sepekan sebelum korban meninggal, Ashari sempat dibelikan handphone Redmi Note 5 oleh korban.

Yang janggal, handphone tersebut diberi password untuk membukanya. Pasword-nya berupa angka. “Angkanya 2212. Itu yang sempat terbayang di pikiran saya. Apakah ini adalah pertanda,” ungkapnya. Angka tersebut merupakan malam nahas saat tsunami menerjang Banten.

Sebelum berangkat ke Banten, Ninil memang sempat berpamitan. Namun, Ashari tak menyangka itu akan menjadi kepergiannya untuk selama-lamanya. Perginya Ninil, membuat dua anaknya sering menangis. “Kalau ingat ibunya, tiba-tiba mereka (dua anak Ninil, Red) menangis. Rencananya, saya akan kembali ke Cinere untuk menjaga Azmi dan Arfa,” tukasnya.

Sementara itu, Akhmad Diak Kaukabi mengaku, ia dan istrinya memang sempat mengukir mimpi. Mimpi yang dimilikinya itu dengan membuka warung di tempat mereka tinggal. Namun semuanya musnah. Setelah istri tercintanya pergi lebih cepat dari perkiraannya.

“Saya tidak menyangka seperti ini. Kami pernah memiliki mimpi untuk membuka warung. Tapi semuanya batal,” aku dia. Ia pun masih trauma dengan kejadian yang menimpa keluarganya. Saat detik-detik tsunami pada acara family gathering itu terjadi, awalnya semuanya normal. Namun, mendadak berubah menjadi kepanikan, ketika tsunami melanda.

Sementara itu, salah satu kerabat Ninil, Anton Vinata mengatakan, Ninil sosok yang baik dan dermawan. “Terakhir pulang hari raya kemarin. Begitu pulang, beliau langsung silaturahmi ke kami. Padahal, beliau merupakan saudara yang dituakan. Biasanya, yang lebih muda yang datang untuk silaturahmi,” katanya seusai pemakaman.

Di sisi lain, Senior General Manager Affair Unit Induk PLN Distribusi Jawa Timur Dwi Surya Abdullah juga memberikan penilaian pada sosok Ninil. “Dia sosok yang baik. Anda bisa lihat, banyak keluarga PLN yang datang ke sini. Beliau memang baik dan loyal kepada perusahaan,” katanya. (rf)