alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Monday, 16 May 2022

Tangkapan Nelayan Minim Akibat Pengaruh Angin Kencang

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Memasuki pancaroba, hasil melaut nelayan asal Kota Pasuruan menjadi tidak menentu. Karena kencangnya tiupan angin, nelayan sering tidak mendapatkan hasil memuaskan.

Kondisi ini membuat banyak nelayan yang memilih libur melaut. Untuk menutup kebutuhan sehari-hari, mereka memilih bekerja serabutan agar dapur tetap mengebul.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengatakan, sejak beberapa hari tangkapan ikan nelayan menurun drastis. Bahkan, terkadang ada yang tidak membawa hasil dari melaut.

Ini disebabkan cuaca yang tidak menentu sejak beberapa hari terakhir. Angin yang bertiup kencang di perairan Kota Pasuruan membuat tangkapan ikan menjadi minim. Karena itu, sejumlah nelayan memilih tidak melaut.

Selama tidak melaut ini, mereka memilih mencari pekerjaan lain asalkan menutupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari menjadi tukang ojek hingga menjadi tukang becak ataupun kuli panggul di pasar tradisional. “Ada pula yang memilih memperbaiki jaring pemilik kapal. Ini, terjadi mulai tanggal 21 lalu,” ujarnya, Sabtu (23/11).

Ihsan menjelaskan, selama cuaca tidak menentu, pedagang ikan juga terpaksa membeli ikan tongkol atau ikan benggol dari luar daerah. Seperti dari Kabupaten Banyuwangi atau Prigi sejak empat hari terakhir. “Kami sangat mengharapkan adanya bantuan dan keterampilan kepada nelayan seperti wirausaha,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perikanan Kota Pasuruan Iskandar M menampik jika kondisi cuaca di perairan Kota Pasuruan tidak baik. Kamis (21/11), pihaknya sempat meninjau ke Pelabuhan Kota Pasuruan dan menurutnya kondisi cuaca sangat baik untuk melaut.

“Cuaca buruk yang pasti terjadi itu pada Juli-Agustus dan akhir Desember. Kami sendiri rutin memberikan pelatihan seperti pengolahan ikan setiap tahunnya,” ujarnya. (riz/rud/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Memasuki pancaroba, hasil melaut nelayan asal Kota Pasuruan menjadi tidak menentu. Karena kencangnya tiupan angin, nelayan sering tidak mendapatkan hasil memuaskan.

Kondisi ini membuat banyak nelayan yang memilih libur melaut. Untuk menutup kebutuhan sehari-hari, mereka memilih bekerja serabutan agar dapur tetap mengebul.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengatakan, sejak beberapa hari tangkapan ikan nelayan menurun drastis. Bahkan, terkadang ada yang tidak membawa hasil dari melaut.

Ini disebabkan cuaca yang tidak menentu sejak beberapa hari terakhir. Angin yang bertiup kencang di perairan Kota Pasuruan membuat tangkapan ikan menjadi minim. Karena itu, sejumlah nelayan memilih tidak melaut.

Selama tidak melaut ini, mereka memilih mencari pekerjaan lain asalkan menutupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari menjadi tukang ojek hingga menjadi tukang becak ataupun kuli panggul di pasar tradisional. “Ada pula yang memilih memperbaiki jaring pemilik kapal. Ini, terjadi mulai tanggal 21 lalu,” ujarnya, Sabtu (23/11).

Ihsan menjelaskan, selama cuaca tidak menentu, pedagang ikan juga terpaksa membeli ikan tongkol atau ikan benggol dari luar daerah. Seperti dari Kabupaten Banyuwangi atau Prigi sejak empat hari terakhir. “Kami sangat mengharapkan adanya bantuan dan keterampilan kepada nelayan seperti wirausaha,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Perikanan Kota Pasuruan Iskandar M menampik jika kondisi cuaca di perairan Kota Pasuruan tidak baik. Kamis (21/11), pihaknya sempat meninjau ke Pelabuhan Kota Pasuruan dan menurutnya kondisi cuaca sangat baik untuk melaut.

“Cuaca buruk yang pasti terjadi itu pada Juli-Agustus dan akhir Desember. Kami sendiri rutin memberikan pelatihan seperti pengolahan ikan setiap tahunnya,” ujarnya. (riz/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/