alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Rombongan SMPN 1 Sumberbaru Tabrak Pembatas Tol Paspro, 1 Tewas-15 Luka

TONGAS, Radar Bromo – Seharusnya rombongan guru dari SMPN 1 Sumberbaru, Kabupaten Jember, itu menghadiri apel HUT PGRI di Surabaya, Minggu (24/11). Namun, sesampai di Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro), minibus Isuzu Elf yang mereka tumpangi celaka. Elf menabrak pembatas di tol.

Akibatnya, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Lalu, dua orang kritis dan 13 orang mengalami luka sedang hingga berat.

Sebanyak 13 korban dilarikan ke RSUD Tongas, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo untuk mendapat perawatan. Sementara dua yang lain, dibawa ke RS dr. Soetomo, Surabaya lantaran kondisinya kritis.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi R melalui Kanit PJR IV Malang, AKP Suwarno menjelaskan, kecelakaan itu terjadi lantaran kurang konsentrasinya sopir Elf. Yaitu, Muhammad Sueb, 38, warga Dusun Krajan Kidul, RT 3/RW 2, Desa Yosorati, Sumberbaru, Jember.

“Kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi Elf kelelahan. Sehingga, mengantuk saat mengemudi,” Terang AKP Suwarno.

EVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi salah satu korban kecelakaan maut rombongan SMPN 1 Sumberbaru di tol Paspro. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

 

Kecelakaan itu sendiri terjadi pukul 04.00. Tepatnya di KM 822+600 B, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, diketahui minibus Isuzu Elf Nopol N 7259 UA itu mengangkut rombongan guru dari SMPN 1 Sumberbaru, Kabupaten Jember. Rencananya, rombongan akan mengikuti Apel HUT PGRI di Surabaya.

Rombongan berangkat dari Jember, Sabtu (23/11) pukul 00.00. Total ada 15 guru yang ikut, ditambah sopir.

Sekitar pukul 03.00, Elf sampai di tol Paspro. Elf melaju dari arah Probolinggo ke Pasuruan atau dari timur ke barat dengan kecepatan 80 km/jam. Saat itu, mayoritas penumpang sedang tidur.

Awalnya, Elf melaju dengan lancar tanpa hambatan. Entah apa sebabnya, sampai di KM 822B, tiba-tiba Elf oleng ke kiri. Saat itu sopir hilang kendali. Lalu, Elf menabrak guardrail atau besi pembatas tengah yang mengarah ke exit tol Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Tabrakan itu terjadi dengan keras. Sehingga membuat bagian depan Elf remuk. Saat itu juga, Elf berhenti setelah menabrak pembatas.

Namun, akibatnya fatal. Mayoritas penumpang yang saat itu tidur, tidak bisa berbuat banyak. Mereka baru sadar saat Elf hilang kendali dan menabrak pembatas.

Satu penumpang pun meninggal dunia. Korban adalah Atok Subuh Yulianto, 50, warga Dusun Ranupakis, Desa Kalibodoh Kidul, Jatiroto, Lumajang.

Lalu, dua yang lain dalam kondisi kritis. Keduanya yaitu Sri Muasih, 58, warga Dusun Tambakrejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru, Jember dan Endang Mulyani, 45, warga Desa Sari Mulyo, Kecamatan Jombang.

Sementara itu, 13 orang yang lain luka ringan hingga luka berat. Termasuk sopir, Muhammad Sueb, 38, mengalami luka ringan.

Saat itu juga semua korban dibawa ke RSUD Tongas dengan menggunakan ambulans. “Korban yang meninggal dunia diperkirakan mengembuskan napas terakhirnya pada saat perjalanan menuju rumah sakit,” terang Kanit PJR IV Malang AKP Suwarno.

Sementara itu, PS Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Kota Bripka Agus Effendi menegaskan, pihaknya masih mendalami kecelakaan tersebut. Termasuk meminta keterangan dari korban selamat.

“Kami masih mendalami kecelakaan ini. Siapa tersangkanya, belum ditetapkan,” tegasnya.

Selanjutnya, Unit Laka mengamankan barang bukti berupa kendaraan Elf. Dibantu mobil derek, kendaraan tersebut dibawa ke Rupbasan Kota Probolinggo di Jalan Anggrek, Kecamatan Mayangan.

Wartawan Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi sopir Elf, Muhammad Sueb. Namun, saat ditemui di RSUD Tongas, Sueb mengaku masih pusing. Sehingga, ia belum bisa berbicara.

“Saya nggak tahu seperti apa kejadiannya. Tiba-tiba langsung darr, begitu saja,” terang Sueb singkat.

Juwari, 56, salah satu korban luka asal Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Jember, memberikan keterangan serupa. Saat ditemui di RSUD Tongas dia menjelaskan, perjalanan dari Jember semula tidak ada kendala. Kendaraan juga berangkat dalam kondisi baik-baik saja.

Namun, tiba-tiba Elf menabrak sesuatu dengan keras saat sampai di tol Paspro. Saat itu, menurutnya, semua penumpang sedang tidur. Sehingga, penumpang tidak tahu apa yang terjadi.

“Kami semua tidur, sehingga tidak tahu persis kejadiannya seperti apa. Sepertinya, sopirnya mengantuk. Sebab, mulanya enak-enak saja. Tiba-tiba, ada suara keras bersamaan dengan benturan,” terangnya.

Saat itulah, semua penumpang bangun. Mereka baru sadar, terjadi kecelakaan.

“Waktu bangun, mobil sudah berhenti dekat dengan pembatas jalan. Saya lihat guru yang lainya tidak karoan. Ada yang berdarah, berteriak kesakitan, pingsan, termasuk seperti ada yang sesak napas,” bebernya. (rpd/hn)

TONGAS, Radar Bromo – Seharusnya rombongan guru dari SMPN 1 Sumberbaru, Kabupaten Jember, itu menghadiri apel HUT PGRI di Surabaya, Minggu (24/11). Namun, sesampai di Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro), minibus Isuzu Elf yang mereka tumpangi celaka. Elf menabrak pembatas di tol.

Akibatnya, satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Lalu, dua orang kritis dan 13 orang mengalami luka sedang hingga berat.

Sebanyak 13 korban dilarikan ke RSUD Tongas, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo untuk mendapat perawatan. Sementara dua yang lain, dibawa ke RS dr. Soetomo, Surabaya lantaran kondisinya kritis.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim Kompol Dwi Sumrahadi R melalui Kanit PJR IV Malang, AKP Suwarno menjelaskan, kecelakaan itu terjadi lantaran kurang konsentrasinya sopir Elf. Yaitu, Muhammad Sueb, 38, warga Dusun Krajan Kidul, RT 3/RW 2, Desa Yosorati, Sumberbaru, Jember.

“Kecelakaan terjadi diduga karena pengemudi Elf kelelahan. Sehingga, mengantuk saat mengemudi,” Terang AKP Suwarno.

EVAKUASI: Petugas saat mengevakuasi salah satu korban kecelakaan maut rombongan SMPN 1 Sumberbaru di tol Paspro. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

 

Kecelakaan itu sendiri terjadi pukul 04.00. Tepatnya di KM 822+600 B, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, diketahui minibus Isuzu Elf Nopol N 7259 UA itu mengangkut rombongan guru dari SMPN 1 Sumberbaru, Kabupaten Jember. Rencananya, rombongan akan mengikuti Apel HUT PGRI di Surabaya.

Rombongan berangkat dari Jember, Sabtu (23/11) pukul 00.00. Total ada 15 guru yang ikut, ditambah sopir.

Sekitar pukul 03.00, Elf sampai di tol Paspro. Elf melaju dari arah Probolinggo ke Pasuruan atau dari timur ke barat dengan kecepatan 80 km/jam. Saat itu, mayoritas penumpang sedang tidur.

Awalnya, Elf melaju dengan lancar tanpa hambatan. Entah apa sebabnya, sampai di KM 822B, tiba-tiba Elf oleng ke kiri. Saat itu sopir hilang kendali. Lalu, Elf menabrak guardrail atau besi pembatas tengah yang mengarah ke exit tol Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Tabrakan itu terjadi dengan keras. Sehingga membuat bagian depan Elf remuk. Saat itu juga, Elf berhenti setelah menabrak pembatas.

Namun, akibatnya fatal. Mayoritas penumpang yang saat itu tidur, tidak bisa berbuat banyak. Mereka baru sadar saat Elf hilang kendali dan menabrak pembatas.

Satu penumpang pun meninggal dunia. Korban adalah Atok Subuh Yulianto, 50, warga Dusun Ranupakis, Desa Kalibodoh Kidul, Jatiroto, Lumajang.

Lalu, dua yang lain dalam kondisi kritis. Keduanya yaitu Sri Muasih, 58, warga Dusun Tambakrejo, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru, Jember dan Endang Mulyani, 45, warga Desa Sari Mulyo, Kecamatan Jombang.

Sementara itu, 13 orang yang lain luka ringan hingga luka berat. Termasuk sopir, Muhammad Sueb, 38, mengalami luka ringan.

Saat itu juga semua korban dibawa ke RSUD Tongas dengan menggunakan ambulans. “Korban yang meninggal dunia diperkirakan mengembuskan napas terakhirnya pada saat perjalanan menuju rumah sakit,” terang Kanit PJR IV Malang AKP Suwarno.

Sementara itu, PS Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Kota Bripka Agus Effendi menegaskan, pihaknya masih mendalami kecelakaan tersebut. Termasuk meminta keterangan dari korban selamat.

“Kami masih mendalami kecelakaan ini. Siapa tersangkanya, belum ditetapkan,” tegasnya.

Selanjutnya, Unit Laka mengamankan barang bukti berupa kendaraan Elf. Dibantu mobil derek, kendaraan tersebut dibawa ke Rupbasan Kota Probolinggo di Jalan Anggrek, Kecamatan Mayangan.

Wartawan Jawa Pos Radar Bromo juga mengonfirmasi sopir Elf, Muhammad Sueb. Namun, saat ditemui di RSUD Tongas, Sueb mengaku masih pusing. Sehingga, ia belum bisa berbicara.

“Saya nggak tahu seperti apa kejadiannya. Tiba-tiba langsung darr, begitu saja,” terang Sueb singkat.

Juwari, 56, salah satu korban luka asal Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Jember, memberikan keterangan serupa. Saat ditemui di RSUD Tongas dia menjelaskan, perjalanan dari Jember semula tidak ada kendala. Kendaraan juga berangkat dalam kondisi baik-baik saja.

Namun, tiba-tiba Elf menabrak sesuatu dengan keras saat sampai di tol Paspro. Saat itu, menurutnya, semua penumpang sedang tidur. Sehingga, penumpang tidak tahu apa yang terjadi.

“Kami semua tidur, sehingga tidak tahu persis kejadiannya seperti apa. Sepertinya, sopirnya mengantuk. Sebab, mulanya enak-enak saja. Tiba-tiba, ada suara keras bersamaan dengan benturan,” terangnya.

Saat itulah, semua penumpang bangun. Mereka baru sadar, terjadi kecelakaan.

“Waktu bangun, mobil sudah berhenti dekat dengan pembatas jalan. Saya lihat guru yang lainya tidak karoan. Ada yang berdarah, berteriak kesakitan, pingsan, termasuk seperti ada yang sesak napas,” bebernya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/