Polisi Amankan Pistol Diduga Milik Pencuri Motor yang Dimassa di Randupitu

GEMPOL – Tak hanya mengamankan M Hidayatulloh, 29, pelaku begal di di Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, polisi juga menemukan pistol jenis softgun yang diduga milik pelaku. Pistol itu semula ditemukan warga, tersimpan dalam saku celana yang dikenakan pelaku.

Temuan pistol itu melengkapi barang bukti lain yang disita polisi, yakni motor dan ponsel. Namun kepastian soal kepemilikan pistol itu, Khoirul belum banyak berkomentar. Begitu pula saat disinggung terkait adanya kemungkinan pelaku lain, ia menjawab singkat.

“Kondisinya masih belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” ujar perwira polisi dengan satu setrip dibahunya itu. Diketahui, pelaku begal asal Dusun Jrebeng, Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan itu jadi bulan-bulanan massa, Jumat (23/11) malam. Itu setelah pemuda tersebut tepergok menggondol motor orang lain.

Motor yang dibawa kabur pelaku, adalah motor Honda CBR nopol N 6452 TCN milik Lucy Cahya Ariadi, 16 asal Desa Watukosek, Kecamatan Gempol. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, malam itu Lucy main ke rumah temannya. Yakni Sadiki di Desa Kejapanan, Gempol sekitar pukul 19.00. Nah, motornya yang berwarna merah itu dipakir di depan rumah Sadiki.

Lebih dari dua jam mereka berbincang di dalam rumah. Setelah itu, Lucy pun berpamitan hendak pulang. Tepatnya sekitar pukul 21.30. Situasi di kawasan setempat saat itu memang sudah sepi. Saat keluar dari rumah Sadiki, Lucy langsung terbelalak. Betapa tidak, ia mendapati motor yang diparkir di depan rumah Sadiki raib dari pandangan.

Seketika itu, Lucy meyakini motornya dicuri. Ia dan Sadiki pun berinsiatif untuk menelusuri jejak pelaku. Mereka lalu menyisir sepanjang jalan. Bahkan juga area persawahan yang dicurigai tempat persembunyian pelaku.

Pencarian yang dilakukan keduanya diketahui warga sekitar. Beberapa saat kemudian, massa pun berkerumun. Hendak mengepung pelaku. Penyisiran dilakukan hingga memasuki Desa Randupitu, Kecamatan Pandaan. Sekitar 9 kilometer dari Desa Kejapanan, lokasi pencurian.

“Pelakunya sempat diketahui ada di area persawahan. Tapi kemudian lari dan warga kehilangan jejak,” ujar Darto, salah seorang warga Randupitu. Meski waktu sudah larut malam, warga tetap menyusuri keberadaan pelaku. “Karena pas padang bulan, jadi tidak terlalu gelap. Kita sanggong sampai malam,” imbuhnya.

Hingga kemudian Lucy sendiri melihat pria mengendarai motor yang ciri-cirinya persis seperti motornya. Ia dan Sadiki langsung berupaya mengejar. Aksi terjadi kejar-kejaran itu membuahkan hasil. Ketika korban memepet pelaku kemudian menendangnya hingga jatuh tersungkur dari motor.

Usai terjatuh, pelaku berupaya berdiri. Ia bermaksud kabur lantaran merasa dirinya terancam. Ia pun lari ke area perkampungan. Sementara, massa terus menguntitnya. Pelaku pun berhasil diringkus di simpang tiga Randupitu.

Kegeraman massa tak terbendung, mereka langsung menjadikan pelaku sansak hidup. Saking kesalnya, massa melucuti selembar demi selembar pakaian yang dikenakan pelaku. Lalu membuangnya ke tong sampah di tepi jalan.

Kala itu, sudah tak terhitung berapa kali pukulan mendarat di tubuhnya. Pelaku akhirnya tak berdaya. Darah segar mengucur dari lubang hidungnya. Ia juga mengalami luka memar pada kedua tangan dan kakinya.

Sekitar pukul 00.30, memasuki hari Sabtu (24/11) aparat kepolisian tiba. Aparat lantas mengamankan pelaku yang dalam kondisi tak sadarkan diri. Pelaku kemudian dievakuasi menuju rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. “Kami amankan pelaku. Saat ini masih dirawat di RSUD Sidoarjo,” kata Kanitreskrim Polsek Gempol Ipda Khoirul Anam pada Jawa Pos Radar Bromo. (tom/rf)