alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Polisi Klaim Kantongi Tersangka Lain di Kasus Ijazah Palsu Dewan Gerindra

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo mengklaim telah mengantongi identitas tersangka lain dalam kasus ijazah palsu yang menyandung Abdul Kadir. Korps Bhayangkara menyebut, keberadaan tersangka lain tersebut berpotensi besar, lantaran dalam perkara ini, tak mungkin hanya melibatkan satu orang saja.

Hanya saja, pihak kepolisian tidak buru dalam melakukan penangkapan. Alasannya, kepolisian masih mengumpulkan bukti. Begitu juga dengan saksi, yang akan menjadi bahan penyidikan.

Hal itu diungkap Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso. Menurutnya, ada beberapa nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat Abdul Kadir anggota DPRD setempat.

“Untuk tersangka lain pasti ada. Untuk Abdul Kadir kan dugaan penggunaan ijazah palsu. Jika dilihat dari itu, berarti ada pembuat dan lainnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut pria yang akrab disapa Riski itu, saat ini polisi masih fokus untuk merampungkan berkas perkara. Jika sudah ditetapkan P21 (berkas sempurna untuk dibawa ke meja hijau), maka dirinya akan langsung bergerak pengumpulan bukti dan saksi guna menjerat tersangka lain.

“Masih fokus untuk P 21. Ini kami lakukan untuk memudahkan pengembangan,” ungkapnya.

Saat ditanya perihal ada berapa orang yang telah dikantongi, Riski tidak menjawab secara lugas. Menurutnya, nama-nama itu sudah bukan rahasia umum lagi. Namun, pihaknya akan terus melakukan pengembangan.

“Pasti sudah banyak yang tahu. Karena itu untuk saat ini belum diumumkan,” jelasnya.

Dalam perkara ini, ada beberapa nama yang disebut sebut. Salah satunya yaitu ketua partai Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi. Ada juga oknum di Dinas Pendidikan. Namun, pihak kepolisian enggan membeberkan. “Tunggu saja. Ini masih proses pengembangan,” ungkapnya.

Sementara itu, saksi yang diperiksa juga meningkat dari jumlah sebelumnya yang hanya sepuluh orang. Saat ini, saksi yang diperiksa sudah sekitar 13 orang. “Sudah tiga belas orang,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir selaku anggota dewan terpilih di DPRD Kabupaten Probolinggo, tersandung kasus ijazah palsu. Ijazahnya yang digunakan untuk nyaleg, dituding palsu. Abdul Kadir pun ditahan pihak kepolisian. (sid/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo mengklaim telah mengantongi identitas tersangka lain dalam kasus ijazah palsu yang menyandung Abdul Kadir. Korps Bhayangkara menyebut, keberadaan tersangka lain tersebut berpotensi besar, lantaran dalam perkara ini, tak mungkin hanya melibatkan satu orang saja.

Hanya saja, pihak kepolisian tidak buru dalam melakukan penangkapan. Alasannya, kepolisian masih mengumpulkan bukti. Begitu juga dengan saksi, yang akan menjadi bahan penyidikan.

Hal itu diungkap Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso. Menurutnya, ada beberapa nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan ijazah palsu yang menjerat Abdul Kadir anggota DPRD setempat.

“Untuk tersangka lain pasti ada. Untuk Abdul Kadir kan dugaan penggunaan ijazah palsu. Jika dilihat dari itu, berarti ada pembuat dan lainnya,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurut pria yang akrab disapa Riski itu, saat ini polisi masih fokus untuk merampungkan berkas perkara. Jika sudah ditetapkan P21 (berkas sempurna untuk dibawa ke meja hijau), maka dirinya akan langsung bergerak pengumpulan bukti dan saksi guna menjerat tersangka lain.

“Masih fokus untuk P 21. Ini kami lakukan untuk memudahkan pengembangan,” ungkapnya.

Saat ditanya perihal ada berapa orang yang telah dikantongi, Riski tidak menjawab secara lugas. Menurutnya, nama-nama itu sudah bukan rahasia umum lagi. Namun, pihaknya akan terus melakukan pengembangan.

“Pasti sudah banyak yang tahu. Karena itu untuk saat ini belum diumumkan,” jelasnya.

Dalam perkara ini, ada beberapa nama yang disebut sebut. Salah satunya yaitu ketua partai Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi. Ada juga oknum di Dinas Pendidikan. Namun, pihak kepolisian enggan membeberkan. “Tunggu saja. Ini masih proses pengembangan,” ungkapnya.

Sementara itu, saksi yang diperiksa juga meningkat dari jumlah sebelumnya yang hanya sepuluh orang. Saat ini, saksi yang diperiksa sudah sekitar 13 orang. “Sudah tiga belas orang,” ujarnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir selaku anggota dewan terpilih di DPRD Kabupaten Probolinggo, tersandung kasus ijazah palsu. Ijazahnya yang digunakan untuk nyaleg, dituding palsu. Abdul Kadir pun ditahan pihak kepolisian. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/