alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Lepas Jabatan Guru Agama yang Jarang Mengajar, Sanksi Sudah Diajukan ke Wali Kota

MAYANGAN, Radar Bromo – Permasalahan yang mendera guru agama di SDN Mayangan 4, Kota Probolinggo, Saiful Jihad terus bergulir. Kini, Disdikpora Kota Probolinggo telah menjatuhkan saksi. Berupa melepaskan jabatan fungsionalnya.

Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Moch. Maskur mengaku telah menerima hasil tim penilai evaluasi dan asesmen. Hasilnya, guru yang berstatus pegawai negeri sipil itu terbukti bersalah karena tidak bertanggung jawab terhadap amanahnya. Tim memutuskan Saiful dijatuhi sanksi lepas dari jabatan fungsionalnya. “Dia (Saiful Jihad) tidak akan mendapatkan sertifikasinya,” ujarnya.

Namun, hasil penilaian tim itu masih diajukan kepada Wali Kota Probolinggo untuk ditandatangani. “Hasil keputusan tim yang diberikan kepada saya serta dengan berbagai pertimbangan, termasuk aturan yang berlaku, maka kemarin (Rabu 23/10) sanksi sudah siap diajukan kepada Wali Kota, berupa lepas dari jabatan fungsional,” jelas Maskur.

Karena harus melepas jabatannya sebagai guru, maka Saiful akan ditempatkan sebagai pejabat struktural. Maskur mengatakan, terkait akan ditempat di mana, itu menjadi wewenang BKPSDM. “Ditempatkan di mana, nantinya BKPSDM yang menentukan,” ujarnya.

Mengenai sanksi yang diberikan, Saiful Jihad mengatakan, hingga kemarin belum mengetahuinya. Malah ia balik bertanya kepada Jawa Pos Radar Bromo. “Pyn (sampean) dapat info dari mana? Saya justru belum tahu,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Diketahui sebelumnya, sejumlah wali murid SDN Mayangan 4 menyoal Saiful Jihad. Sebab, dia jarang mengajar. Sejumlah wali murid sampai membuat surat pernyataan bermaterai 6.000. Surat itu dikirim ke kepala SDN Mayangan 4. Dengan tembusan BKPSDM, Pengawas PAI Kota Probolinggo, Disdikpora Kota Probolinggo, dan Kemenag Kota Probolinggo.

Saiful disebut-sebut tidak pernah mengajar selama setahun. Karenanya, Dinsdikpora turun untuk melakukan klarifikasi. Hasilnya, diketahui aduan wali murid benar. Karenanya, dijatuhkan sanksi terhadap Saiful, berupa membebaskannya dari jabatan fungsional sebagai guru agama. (rpd/rud/fun)

MAYANGAN, Radar Bromo – Permasalahan yang mendera guru agama di SDN Mayangan 4, Kota Probolinggo, Saiful Jihad terus bergulir. Kini, Disdikpora Kota Probolinggo telah menjatuhkan saksi. Berupa melepaskan jabatan fungsionalnya.

Kepala Disdikpora Kota Probolinggo Moch. Maskur mengaku telah menerima hasil tim penilai evaluasi dan asesmen. Hasilnya, guru yang berstatus pegawai negeri sipil itu terbukti bersalah karena tidak bertanggung jawab terhadap amanahnya. Tim memutuskan Saiful dijatuhi sanksi lepas dari jabatan fungsionalnya. “Dia (Saiful Jihad) tidak akan mendapatkan sertifikasinya,” ujarnya.

Namun, hasil penilaian tim itu masih diajukan kepada Wali Kota Probolinggo untuk ditandatangani. “Hasil keputusan tim yang diberikan kepada saya serta dengan berbagai pertimbangan, termasuk aturan yang berlaku, maka kemarin (Rabu 23/10) sanksi sudah siap diajukan kepada Wali Kota, berupa lepas dari jabatan fungsional,” jelas Maskur.

Karena harus melepas jabatannya sebagai guru, maka Saiful akan ditempatkan sebagai pejabat struktural. Maskur mengatakan, terkait akan ditempat di mana, itu menjadi wewenang BKPSDM. “Ditempatkan di mana, nantinya BKPSDM yang menentukan,” ujarnya.

Mengenai sanksi yang diberikan, Saiful Jihad mengatakan, hingga kemarin belum mengetahuinya. Malah ia balik bertanya kepada Jawa Pos Radar Bromo. “Pyn (sampean) dapat info dari mana? Saya justru belum tahu,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Diketahui sebelumnya, sejumlah wali murid SDN Mayangan 4 menyoal Saiful Jihad. Sebab, dia jarang mengajar. Sejumlah wali murid sampai membuat surat pernyataan bermaterai 6.000. Surat itu dikirim ke kepala SDN Mayangan 4. Dengan tembusan BKPSDM, Pengawas PAI Kota Probolinggo, Disdikpora Kota Probolinggo, dan Kemenag Kota Probolinggo.

Saiful disebut-sebut tidak pernah mengajar selama setahun. Karenanya, Dinsdikpora turun untuk melakukan klarifikasi. Hasilnya, diketahui aduan wali murid benar. Karenanya, dijatuhkan sanksi terhadap Saiful, berupa membebaskannya dari jabatan fungsional sebagai guru agama. (rpd/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/