alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

BPBD Mulai Waspadai Potensi Banjir di Kota Pasuruan

PURWOREJO, Radar Bromo- Musim kemarau masih berlangsung. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, mulai aktif mengantisipasi datangnya musim hujan. Sebab, diperkirakan musim hujan tahun ini akan lebih hebat dibanding tahun kemarin.

Karena tingginya curah hujan yang diperkirakan melebihi tahun ini, akan semakin membuat Kota Pasuruan, rawan kebanjiran. Sebab, hampir setiap musim hujan, sebagian wilayah Kota Pasuruan, dilanda banjir. Karenanya, BPBD berharap masyarakat mulai mengantisipasi sejak dini dengan memperhatikan lingkungannya.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Pasuruan Catur Aldoko mengatakan, saat ini di Pasifik Bagian Timur, sudah mulai terjadi fenomena la nina atau turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik. Sehingga, suhunya lebib rendah dari permukaan di sekitarnya.

“Fenomena ini membuat wilayah Indonesia, termasuk Kota Pasuruan memiliki potensi mengalami hujan lebih hebat dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan musim hujan terjadi mulai Oktober hingga April,” ujarnya.

Catur menjelaskan, untuk mempersiapkan itu, BPBD rutin berkoordinasi dengan kelurahan agar terus memantau aliran sungai besar di Kota Pasuruan. Seperti Kali Welang, Kali Petung, dan Kali Gembong. Sehingga, bila ada sampah yang menyumbat atau pohon yang berada di sisi kanan-kiri sungai roboh ke sungai, harus segera dibersihkan.

“Untuk itu, BPBD terus memonitor ketiga sungai yang melintas di Kota Pasuruan, ini agar apabila musim hujan tiba tidak mengakibatkan banjir besar. Perkiraan bulan depan sudah masuk musim hujan,” ujar Catur. (riz/rud/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo- Musim kemarau masih berlangsung. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan, mulai aktif mengantisipasi datangnya musim hujan. Sebab, diperkirakan musim hujan tahun ini akan lebih hebat dibanding tahun kemarin.

Karena tingginya curah hujan yang diperkirakan melebihi tahun ini, akan semakin membuat Kota Pasuruan, rawan kebanjiran. Sebab, hampir setiap musim hujan, sebagian wilayah Kota Pasuruan, dilanda banjir. Karenanya, BPBD berharap masyarakat mulai mengantisipasi sejak dini dengan memperhatikan lingkungannya.

Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Pasuruan Catur Aldoko mengatakan, saat ini di Pasifik Bagian Timur, sudah mulai terjadi fenomena la nina atau turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik. Sehingga, suhunya lebib rendah dari permukaan di sekitarnya.

“Fenomena ini membuat wilayah Indonesia, termasuk Kota Pasuruan memiliki potensi mengalami hujan lebih hebat dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan musim hujan terjadi mulai Oktober hingga April,” ujarnya.

Catur menjelaskan, untuk mempersiapkan itu, BPBD rutin berkoordinasi dengan kelurahan agar terus memantau aliran sungai besar di Kota Pasuruan. Seperti Kali Welang, Kali Petung, dan Kali Gembong. Sehingga, bila ada sampah yang menyumbat atau pohon yang berada di sisi kanan-kiri sungai roboh ke sungai, harus segera dibersihkan.

“Untuk itu, BPBD terus memonitor ketiga sungai yang melintas di Kota Pasuruan, ini agar apabila musim hujan tiba tidak mengakibatkan banjir besar. Perkiraan bulan depan sudah masuk musim hujan,” ujar Catur. (riz/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/