alexametrics
30 C
Probolinggo
Tuesday, 1 December 2020

Oknum PNS yang “Kerjai” Anak Tiri juga Terancam Sanksi Kepegawaian

MAYANGAN – Snm, 49 oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Bawaslu Kota Probolinggo kini harus menanggung imbas perbuatan bejatnya; mengerjai anak tiri. Selain diamankan petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), ia juga terancam terkena sanksi kepegawaian.

Azam Fikri, komisioner Bawaslu Kota Probolinggo, saat dikonfirmasi masih ragu ragu bahwa anak buahnya melakukan hal yang dilaporkan ke polisi itu. Saat dikonfirmasi Minggu malam lalu, ia hanya memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan posisinya di Bawaslu adalah sebagai staf keungan.

“Kami masih belum bisa memastikan. Tetapi, untuk posisi yang bersangkutan di bawaslu, adalah staf keuangan,” ujar Azam Fikri.

Sementara itu, Rachma Deta Antariksa Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Probolinggo mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait kasus dugaan asusila itu. Menurutnya, jika nanti itu benar yang bersangkutan akan diproses secara kepegawaian.

“Belum ada laporan. Jika memang benar, tentunya akan diproses. Tetapi sekarang kami masih belum menerima laporan itu,” jelas Deta –sapaan akrabnya-.

Menurut Deta, sanksi bagi PNS yang terjerat masalah hukum, tergantung putusan dari pada pengadilan. Sehingga, pihaknya belum bisa memastikan apa yang akan dijatuhi terhadap terduga pelaku.

“Untuk sanksinya masih kami pelajari. Nanti masih nunggu putusan pengadilan,” jelas Deta.

Diketahui, Snm terjerat kasus asusila. Ironisnya, ia ditangkap polisi lantaran diduga “mengerjai” anak tirinya sendiri.

Kanit PPA Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Retno Utami menjelaskan, pihaknya telah melakukan visum pada korban, Minggu malam (23/9). Polisi juga telah mendatangi rumah korban.

Retno meminta keterangan pada pihak keluarga dan juga korban. Sayang, saat dimintai keterangan lebih dalam, Retno tidak bisa menjelaskan.

Rencananya, polisi bakal merilis kasus itu Selasa ini (25/9). “Sudah pelaku juga sudah diamankan dan dimintai keterangan,” jelasnya. (sid/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Dari 5 Pendonor, Hanya Dapat 3 Plasma Konvalesen

Dari 20 calon donor plasma konvalesen di Kabupaten Probolinggo, hanya 5 calon donor yang lolos screening. Namun, dari 5 calon donor itu hanya 3 orang yang diambil plasma konvalesennya.

Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah Zona Hijau-Kuning

Pemkab Probolinggo memastikan mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk memulai pembelajaran tatap muka pada 2021.

Rusak, Rehab Jalan Gununggangsir-Karangrejo Diusulkan Tahun Depan

Kondisi ruas jalan di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji tersebut alami kerusakan.

Tahap Awal Penjurian Kampung Hebat Sudah Ketat

Selanjutnya akan dipilih nominator terbaik untuk melakukan presentasi dan kunjungan lapangan.

Bunda PAUD Hadiri Pelantikan Pengurus Himpaudi Kab Pasuruan

Sebanyak 14 Anggota pengurus daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Pasuruan masa bhakti 2019 – 2023, resmi dilantik.