alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Gerindra ke Petahana, Ini Kata Pimpinan Partai di Sembilan Bintang

PASURUAN, Radar Bromo – Merapatnya Partai Gerindra ke poros petahana sekaligus mengakhiri formasi Sembilan Bintang. Rencana membentuk poros tengah pada Pilwali Kota Pasuruan 2020 pun kini berantakan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pasuruan Akhmad Zubaidi menjelaskan, proses politik yang dilalui partainya dalam menyambut agenda lima tahunan itu cukup panjang. Semua itu, kata Zubaidi, merupakan bagian dari dinamika yang tidak bisa terhindarkan. “Semua pada akhirnya harus berlabuh,” ungkapnya.

Dia membeberkan, salah satu pertimbangan Partai Gerindra menjatuhkan dukungan kepada bakal paslon Tegas karena Teno memang sempat mendaftar melalui Partai Gerindra. Sementara, Gerindra yang sebelumnya menggagas koalisi Sembilan Bintang dengan PKS, PAN, dan PPP, belum juga mencapai titik temu.

Koalisi 9 Bintang yang sempat terbentuk

Bahkan, setelah PKS memberikan sinyalemen menarik diri dari koalisi, Gerindra masih berusaha mengumpulkan kekuatan politik bersama PAN dan PPP. Seketika itu, wacana membentuk poros tengah menguat.

“Karena selama perjalanan belum menemukan titik temu, pada akhirnya kami kembalikan ke DPD dan DPP untuk mengambil keputusan. Dan akhirnya partai memutuskan bahwa Gerindra bersama-sama dengan rombongan petahana memenangkan paslon Tegas,” ungkapnya.

Zubaidi juga menyebut, kedekatan partainya dengan Teno sudah cukup lama terjalin. Sebab, Partai Gerindra juga menjadi salah satu pengusung Teno ketika mendampingi Setiyono pada Pilwali 2015. Dia juga yakin, dukungan Partai Gerindra kepada Tegas bakal menambah kekuatan politik sehingga bisa memenangkan kontestasi pada 9 Desember mendatang.

“Ini rombongan kecil, tapi cantik, manis, dan seksi. Alhamdulillah empat parpol ini bisa menjadi satu kekuatan,” jelasnya.

Ketua DPD PAN Kota Pasuruan Helmi tak banyak mengomentari sikap sekutunya di Sembilan Bintang yang kini pindah haluan mendukung petahana. “Tentu dengan sendirinya Sembilan Bintang sudah buyar,” kata Helmi.

Karena itu, keinginan membentuk poros tengah kini hanya menjadi angan-angan kosong. Menurut Helmi, sudah tidak mungkin lagi pihaknya meneruskan keinginan tersebut. PAN sendiri dikatakannya bakal segera menentukan sikap politik dalam waktu dekat.

“Kami juga masih menunggu keputusan partai. Tentu pilihannya sekarang merapat ke salah satu. Apakah ke petahana atau ke yang lain, kita tunggu saja,” tandasnya. (tom/hn)

PASURUAN, Radar Bromo – Merapatnya Partai Gerindra ke poros petahana sekaligus mengakhiri formasi Sembilan Bintang. Rencana membentuk poros tengah pada Pilwali Kota Pasuruan 2020 pun kini berantakan.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Pasuruan Akhmad Zubaidi menjelaskan, proses politik yang dilalui partainya dalam menyambut agenda lima tahunan itu cukup panjang. Semua itu, kata Zubaidi, merupakan bagian dari dinamika yang tidak bisa terhindarkan. “Semua pada akhirnya harus berlabuh,” ungkapnya.

Dia membeberkan, salah satu pertimbangan Partai Gerindra menjatuhkan dukungan kepada bakal paslon Tegas karena Teno memang sempat mendaftar melalui Partai Gerindra. Sementara, Gerindra yang sebelumnya menggagas koalisi Sembilan Bintang dengan PKS, PAN, dan PPP, belum juga mencapai titik temu.

Koalisi 9 Bintang yang sempat terbentuk

Bahkan, setelah PKS memberikan sinyalemen menarik diri dari koalisi, Gerindra masih berusaha mengumpulkan kekuatan politik bersama PAN dan PPP. Seketika itu, wacana membentuk poros tengah menguat.

“Karena selama perjalanan belum menemukan titik temu, pada akhirnya kami kembalikan ke DPD dan DPP untuk mengambil keputusan. Dan akhirnya partai memutuskan bahwa Gerindra bersama-sama dengan rombongan petahana memenangkan paslon Tegas,” ungkapnya.

Zubaidi juga menyebut, kedekatan partainya dengan Teno sudah cukup lama terjalin. Sebab, Partai Gerindra juga menjadi salah satu pengusung Teno ketika mendampingi Setiyono pada Pilwali 2015. Dia juga yakin, dukungan Partai Gerindra kepada Tegas bakal menambah kekuatan politik sehingga bisa memenangkan kontestasi pada 9 Desember mendatang.

“Ini rombongan kecil, tapi cantik, manis, dan seksi. Alhamdulillah empat parpol ini bisa menjadi satu kekuatan,” jelasnya.

Ketua DPD PAN Kota Pasuruan Helmi tak banyak mengomentari sikap sekutunya di Sembilan Bintang yang kini pindah haluan mendukung petahana. “Tentu dengan sendirinya Sembilan Bintang sudah buyar,” kata Helmi.

Karena itu, keinginan membentuk poros tengah kini hanya menjadi angan-angan kosong. Menurut Helmi, sudah tidak mungkin lagi pihaknya meneruskan keinginan tersebut. PAN sendiri dikatakannya bakal segera menentukan sikap politik dalam waktu dekat.

“Kami juga masih menunggu keputusan partai. Tentu pilihannya sekarang merapat ke salah satu. Apakah ke petahana atau ke yang lain, kita tunggu saja,” tandasnya. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/