Ada Nakes Positif Korona, Puskesmas Glagah Pakuniran Akhirnya Ditutup

SEPI: Suasana di depan Puskesmas Glagah, Kecamatan Pakuniran, terlihat sepi. Pintu ditutup dan tidak ada aktivitas. Sejak Senin (24/8), layanan IGD dan rawat inap di Puskesmas Glagah ditutup. (Foto Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAKUNIRAN, Radar Bromo – Puskesmas Glagah, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, akhirnya ditutup setelah sebelumnya diterapkan pembatasan pelayanan. Penutupan dilakukan di IGD dan ruang rawat inap.

Senin (24/8), kondisi Puskesmas Glagah terlihat sepi. Tidak ada aktivitas di puskesmas tersebut. Di bagian depan terpampang banner yang berisikan informasi bahwa puskesmas ditutup untuk pelayanan IGD dan juga rawat inap.

Camat Pakuniran Hari Pribadi mengatakan, sementara ini pelayanan IGD dan rawat inap di Puskesmas Glagah memang ditutup. Penutupan dilakukan mulai Senin (24/8) hingga seminggu ke depan. “Ditutup. Baru dibuka kembali nanti seminggu kemudian,” katanya.

Penutupan dilakukan sembari menunggu hasil tes swab nakes Puskesmas Glagah. Tujuannya, untuk menghindarkan penularan Covid-19 lebih banyak lagi. Sehingga, warga yang berobat juga aman. “Sudah diperiksa dan nunggu hasilnya,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut Hari, penutupan dilakukan hanya di IGD dan rawat inap. Sedangkan untuk rawat jalan masih dilakukan. Harapannya, masyarakat yang membutuhkan perawatan masih bisa berobat di sana.

“Untuk rawat jalan masih dibuka. Semoga saja cepat selesai dan yang sakit cepat sembuh,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Puskesmas Glagah sempat menerapkan pembatasan pelayanan. Sebab, ada nakes yang bekerja di puskesmas tersebut dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, tes swab dilakukan pada nakes lain yang kontak erat. Sambil menunggu hasil tes swab itulah, Puskesmas Glagah ditutup. (sid/hn)