Dekat dengan Jaringan SUTET, Rumah Warga di Kanigaran akan Dikepras

MENJULANG: Salah satu rumah warga di Jalan Mastrip, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, akan dikepras karena terlalu dekat dengan SUTET. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Sejumlah warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, resah. Sebab, sejumlah rumah yang atapnya dekat dengan kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) akan dikepras.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak pengeprasan adalah Zainal Arifin. Menurutnya, Selasa (17/7), ada petugas PLN bersama tukang bangunan mengambil foto atap rumahnya. Petugas itu mengaku, mengambil gambar untuk dikirim ke kantor PLN.

Dari gambar itu, pihak kantor PLN memperhitungkan jarak antara atap rumahnya dengan kabel SUTET. Rupanya, jaraknya sekitar 3 meter. Menurut petugas PLN itu, jarak minimal antara bangunan dengan SUTET 5 meter. Sehingga, rumah Arif dinyatakan keluar dari jarak aman kabel SUTET dan harus dikepras.

“Katanya rumah saya akan dikepras sebagian. Pihak PLN sudah membawa tukang untuk menghitungnya,” ujarnya. Namun, menurutnya, pria itu tidak menjelaskan secara detail apakah pihaknya akan mendapatkan ganti rugi atau tidak.

Arif mengatakan, jika dikepras sebagian, bentuk rumahnya akan menjadi aneh. Selain itu, di bawah atau bagian yang dikepras merupakan studio foto dan kamar. “Jika dikepras tentu akan memotong kuda-kuda. Terus studio foto dan kamar bagaimana. Perbaikannya tentunya tidak akan selesai dalam waktu satu hingga dua minggu. Mengingat luasnya daerah yang akan dikepras,” ujarnya.

Menurutnya, di sekitar rumahnya ada sekitar 6 rumah yang terdampak. Dan, semua bangunaan itu akan dikepras sebagian. Karenanya, pihaknya berharap ada penjelasan detail dari PLN sebelum rumahnya benar-benar “diamputasi.”

Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan pihak PLN bagian SUTET yang berkantor di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. Namun, dua petugas keamanan kantor Agus dan Sukur meminta pewarta untuk mengirim surat dulu.

Kedua petugas itu juga mengatakan, petugas bagian yang mengurusi permasalahan ini sedang keluar. Begitu juga dengan kepala divisinya. “Saya minta nomor (HP)-nya saja, nanti saya sampaikan. Sebab, saat ini semuanya sedang berada di luar,” ujar Agus. (rpd/fun)