Diduga Selingkuhi Suaminya, Dokter Puskesmas Prigen Dilaporkan

BANGIL, Radar Bromo – Kecewa dan penuh sakit hati. Itulah yang dirasakan dr. An, 44, warga Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Betapa tidak, istrinya, HSU diduga telah menyelingkuhinya.

Dipicu perselingkungan itu pula, HSU minggat dari rumah mereka. Bahkan, HSU kemudian mengajukan gugatan cerai. Dokter An pun akhirnya mengadukan masalah ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.

Ya, HSU, istrinya memang tercatat sebagai dokter di Puskemas Prigen. Karena itu, dr An melaporkan istrinya ke Dinas Kesehatan. Selain itu, dr An juga mengadu ke Badan Kepegawaian dan Pendidikan Pelatihan Daerah Kabupaten Pasuruan (BKPPD)  hingga pihak kepolisian.

“Istri saya adalah seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Prigen. Ia seorang ASN,” kata An saat mengadukan cerita pahitnya ke wartawan.

An menyebut, kasus perselingkuhan istrinya bermula dari cinta lokasi. Istrinya merupakan seorang dokter umum di Puskesmas Prigen. Sementara, lelaki lain yang merusak rumah tangga mereka adalah ABS, seorang perawat tenaga kontrak yang bertugas di RS Grati. Semula, mereka berdua memang sama-sama bertugas di Puskesmas Prigen.

Ia tidak mengetahui pasti, mulai kapan jalinan kasih mereka terbina. Namun, ia mengetahui kisah asmara keduanya pada 29 Oktober 2019 dini hari. Ketika itu, ia tak sengaja memergoki istrinya sedang chatting dengan ABS.

Kalimat mesra dalam chatting-an WA itu membuatnya panas. Ia emosi. Cekcok pun terjadi. Paginya, ia melaporkan ke pimpinan puskesmas tempat istrinya bekerja. Ia minta agar keduanya dipisah tempat kerja.

Sejak itu pula, tidak ada tanda-tanda perubahan dalam istrinya. Sikap istrinya semakin dingin kepadanya. Bahkan, jalinan asmara istrinya dengan ABS semakin menjadi-jadi. Sampai-sampai, ia  pergi dari rumah dan tinggal bersama sang ibu di Tanggulangin, Sidoarjo.

“Saya berusaha untuk menjalin hubungan agar baik. Tapi dia (istri, Red) tidak mau. Bahkan, mengajukan gugatan ke PA Sidoarjo,” bebernya.

Gerah dengan itu semua, ia pun mengadukan ke pihak kepolisian atas dugaan perselingkuhan. Ia juga melaporkan ke Dinas Kesehatan hingga BKPPD Kabupaten Pasuruan atas perilaku istrinya dan lelaki lain yang menjadi dambatan istrinya itu.

Ia menilai, ada pelanggaran sebagai ASN yang dilakukan istrinya tersebut. Mulai pelanggaran PP 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN. Dan PP Nomor 53 Tahun 2020 tentang Peraturan Disiplin bagi ASN.

“Makanya kami minta agar ada pemecatan. Karena mereka melakukan pelanggaran,” jelasnya.

Laporan itu sebenarnya sudah dilayangkannya sejak Desember 2019. Namun, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui perkembangannya.

“Kami harap ada tindakan tegas dari instansi terkait atas pelanggaran istri saya dan selingkuhannya. Saya minta agar keduanya dipecat,” tandas dia.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Pasuruan Ani Latifa mengungkapkan, masalah perselingkuhan itu sebenarnya sudah diproses. Bahkan, pihaknya sudah melaporkan ke BKPPD ataupun Inspektorat Kabupaten Pasuruan. “Kami sudah laporkan ke BKPPD dan Inspektorat,” sampainya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan Henis Widiyanto juga menjawab singkat. Di mana, perkara tersebut sudah ditindaklanjutinya. “Kami sudah menindaklanjuti. Bahkan, kami sudah laporkan ke Inspektorat,” papar dia.

Belum ada konfirmasi dari Inspektorat terkait hal ini. Plt Inspektorat Ninuk Ida Suryani belum menjawab sambungan seluler yang dilakukan Jawa Pos Radar Bromo. (one/hn/fun)