alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Dewan Kota Pasuruan Kompak Kunker ke Kota Ini, Alasannya Study Pemulihan Ekonomi Usai Pandemi

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Berbagai pihak terus menyiapkan tatanan kehidupan normal baru atau new normal. DPRD Kota Pasuruan juga gencar melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah. Tujuan besarnya untuk mengetahui persiapan new normal sekaligus upaya pemulihan ekonomi di luar kota.

Rabu (24/6), tiga komisi di DPRD Kota Pasuruan mengunjungi tiga daerah berbeda. Komisi 1 menuju Karanganyar, Jawa Tengah; Komisi 2 ke Kota Batu; sedangkan Komisi 3 ke Kota Mojokerto. Masing-masing komisi itu membahas pemulihan ekonomi sesuai bidangnya.

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Pasuruan Soemarjono mengatakan, kunjungannya ke Kota Batu dikonsentrasikan dari sisi perekonomian daerah. Jika di Kota Batu pemulihan ekonomi mulai dilakukan terhadap sektor wisata, perhotelan, dan kuliner.

“Sedangkan di Kota Pasuruan, pemulihan ekonomi bisa dilakukan dengan menggerakkan kembali sektor UMKM,” katanya.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, berbagai sektor yang menopang perekonomian di Kota Batu saat ini mulai digerakkan kembali. Seperti sektor wisata, perhotelan, dan kuliner. Menurutnya, dibukanya kembali kegiatan ekonomi tersebut memang penting dalam rangka memulihkan ekonomi daerah.

“Di era new normal nanti, pemerintah harus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk bisa menggerakkan perekonomian kembali,” ungkap dia.

Dia menyebut, kunci utama dalam pemulihan ekonomi berada di tangan pemangku kebijakan. Sehingga, pemerintah harus memberikan keleluasaan kepada pelaku ekonomi agar perekonomian daerah tak terus-menerus terpuruk.

“Meski sudah tidak ada lagi pembatasan sosial, namun protokol kesehatan tetap harus diterapkan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan membahas materi yang didapat dari kunker itu di internal DPRD lebih dulu. Kemudian hasil pembahasan itu akan disampaikan ke Pemkot Pasuruan sebagai masukan strategis dalam menyiapkan pemulihan ekonomi.

“Dari hasil agenda hari ini, setidaknya akan kami sampaikan kepada perangkat daerah terkait. Sehingga, ada gambaran untuk menyiapkan pemulihan ekonomi seperti yang sekarang sudah dimulai di Kota Batu,” tandasnya. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Sampai saat ini tim p[emenangan gus ipul-mas adi menerima laporan puluhan baliho