alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 1 December 2020

MUI Fokus ke Perizinan dan Lahan saat Panggil Kades-Camat soal Tempat Persemayanan

KRAKSAAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo akhirnya memanggil Kades Asembakor dan Kecamatan Kraksaan. Pemanggilan itu untuk klarifikasi soal polemik pendirian tempat persemayanan di Desa Asembakor, Kraksaan, yang sempat mendapat diprotes sebagian warga.

Senin (24/6) Kades Asembakor beserta Camat Kraksaan datang ke kantor MUI di Gedung Islamic Center (MUI) sekitar pukul 09.30. Mereka dimintai keterangan perihal simpang siurnya bangunan, lahan dan juga proses perizinan. Hal yang sempat menjadi penolakan sebagian warga.

Setelah rapat selesai, Sekretaris MUI Yasin mengatakan, hasil klarifikasi sudah membuat persoalan terang. Di antaranya mengenai peruntukan bangunan tersebut.

Sebelumnya beredar kabar bahwa bangunan tersebut merupakan tempat kremasi jenazah warga nonmuslim. “Setelah kami memintai keterangan pihak Kades dan juga Camat, itu bukan untuk kremasi atau tempat peribadatan. Bangunan tersebut, adalah merupakan bangunan untuk rumah duka. Atau tempat persemayaman sementara mayat,” ujarnya.

Seperti pengakuan Samuel, Ketua Yayasan Budiluhur, Kades mengaku bahwa bangunan itu diperuntukan untuk tiga agama untuk etnis Tionghoa. “Katanya memang untuk tiga agama,” terangnya.

Yasin mengungkap, yang masih belum jelas dalam permasalahan itu yakni mengenai lahan dan juga isu pembohongan izin. Menurutnya, baik warga maupun kades keterangannya tidak sama.

“Untuk lahan yang semula dikatakan warga itu kuburan belum jelas. Menurut kades itu bukan kuburan. Kades menguatkannya dengan data yang dimilikinya. Dan untuk perizinan yang katanya untuk toko modern, juga dibantahnya,” tandasnya.

Karena masih belum mendapatkan kejelasan, kedepan pihaknya berencana menghadirkan 10 orang yang dimintai tandatangan guna turunnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Selain itu, rencananya juga akan menghadirkan pemilik lahan sebelum dibeli oleh Samuel.

“Nantinya akan kami bahas lebih lanjut. Kami akan mengundang semua pihak yang terkait dalam masalah ini. Untuk saat ini, kami belum bisa menyimpulkan atau membuat solusi permasalahan ini. Karena masih ada dua hal yang belum jelas,” terangnya.

Sebelumnya Jainulloh, Kades Asembakor membantah tuduhan masyarakat yang dialamatkan kepadanya. Tuduhan tersebut yaitu mengenai permohonan untuk tandatangan 10 orang guna turunnya IMB. Tandatangan tersebut menurut warga bukan untuk tempat kremasi. Tetapi untuk toko modern. Selain itu, warga yang tandatangan juga diiming-imingi uang Rp 100 ribu agar bersedia menggoreskan tinta hitam. Jainulloh sudah membantah soal tudingan sebagian warga. yang meminta tandatangan itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan menolak pembangunan yang awalnya disebut untuk tempat kremasi mayat nonmuslim. Meskipun sudah dijelaskan bahwa peruntukan bangunan untuk tempat persemayanan, sebagian warga tetap menolak. Pasalnya, bangunan itu merupakan bangunan untuk mayat nonmuslim. (sid/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka untuk Sekolah Zona Hijau-Kuning

Pemkab Probolinggo memastikan mengikuti kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk memulai pembelajaran tatap muka pada 2021.

Rusak, Rehab Jalan Gununggangsir-Karangrejo Diusulkan Tahun Depan

Kondisi ruas jalan di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji tersebut alami kerusakan.

Tahap Awal Penjurian Kampung Hebat Sudah Ketat

Selanjutnya akan dipilih nominator terbaik untuk melakukan presentasi dan kunjungan lapangan.

Bunda PAUD Hadiri Pelantikan Pengurus Himpaudi Kab Pasuruan

Sebanyak 14 Anggota pengurus daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Pasuruan masa bhakti 2019 – 2023, resmi dilantik.

Wali Kota Probolinggo Serahkan Penghargaan Pada 10 Atlet Berprestasi

Sejumlah atlet berpestasi di Kota Probolinggo, mendapat penghargaan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota probolinggo.