Seluruh Ruang Terbuka Hijau di Kota Ditutup Demi Cegah Wabah

IMBAUAN KERAS: Garis dan pengumuman imbauan yang dipasang di Alun-alun Pasuruan, Selasa (24/3). Imbauan ini juga berlaku di seluruh ruang terbuka hijau yang ada di kota. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Untuk beberapa hari ke depan, masyarakat Kota Pasuruan tidak bisa mengunjungi ruang terbuka hijau (RTH). Mulai kemarin, Pemkot Pasuruan menutup seluruh RTH di kota, sebagai antisipasi dampak penyebaran virus korona (Covid-19). Penutupan ini dilakukan hingga dua pekan ke depan.

Seperti yang tampak di Alun-alun Pasuruan. Di setiap sudut dipasang garis pembatas yang mengelilingi alun-alun. Di garis pembatas itu dipasang imbauan dari kertas berwarna putih. Imbauan itu bertuliskan “Penutupan seluruh taman di Kota Pasuruan mulai tanggal 24 Maret sampai 3 April” dan “Kami pelihara taman demi Anda. Tolong Anda tetap di rumah demi kami”.

KELILING: Petugas memasang garis yang mengelilingi Alun-alun Pasuruan. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pasuruan Sugeng Winarto membenarkan adanya penutupan RTH. Tidak hanya di alun-alun, penutupan ini juga terjadi di seluruh RTH. Seperti Taman Lansia, Taman Kota, Taman Pekuncen, dan Taman Sekargadung.

“Betul itu. Memang untuk sementara kami tutup. Paling tidak hingga 14 hari ke depan. Agar masyarakat tahu kami pasang imbauan dan garis pembatas yang mengelilingi di areal taman tersebut,” ungkapnya.

Sugeng menjelaskan, setiap RTH nantinya akan dijaga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Petamanan (DLHKP) di setiap sudutnya. Ini untuk menghindari adanya masyarakat yang tetap membandel dengan nekat untuk masuk ke taman tersebut. Sehingga, jika ada yang ingin masuk, petugas akan langsung menghalau.

Pihaknya berharap masyarakat mematuhi imbauan ini dan tetap memilih di rumah saat tidak ada kebutuhan yang mendesak. Termasuk menghindari tempat-tempat keramain dan kerumunan massa. Ini sebagai antisipasi agar penyebaran Covid-19 bisa dihalau sedini mungkin.

“Kami minta bantuannya dari masyarakat Kota Pasuruan untuk menyukseskan program pemerintah pusat. Seperti menjauhi kerumunan untuk sementara waktu hindari berada di fasilitas publik, seperti taman atau lainnya,” terangnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Farid Misbah mendukung penuh penutupan sejumlah taman di Kota Pasuruan. Sebab, ini merupakan instruksi dari pemerintah untuk menghindari masyarakat berkumpul dan berkerumun dalam jumlah banyak sebagi antisipasi penyebaran virus korona di Kota Pasuruan.

“Jika menutup areal dalam seperti bangku dan taman bermain, tentu kami dukung. Sebab, banyak masyarakat yang menggunakan taman untuk areal berolahraga,” terangnya. (riz/fun)