Pengedar Sabu di Panggungrejo Ini Bacok Orang yang Melaporkan Kasusnya

PURWOREJO, Radar Bromo – Imam Syafii, 25, hanya bisa tertunduk lesu saat ditunjukkan ke hadapan awak media di Mapolres Pasuruan Kota, Senin (24/2). Warga Jalan Hang Tuah, Kecamatan Panggungrejo, ini diamankan oleh pihak kepolisian usai membacok salah seorang warga setempat, Hanafi, 25, pada akhir September lalu.

Ia berhasil ditangkap Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota Jumat (21/2). Aksi ini dilakukan oleh Imam Syafii sebab dirinya dilaporkan oleh korban pada Polres Pasuruan Kota terkait aktivitasnya dalam jual beli sabu-sabu (SS).

Peristiwa pembacokan ini diketahui terjadi 26 September 2019 sekitar pukul 16.00. Imam Syafii sudah menunggu Hanafi di Jalan Hang Tuah. Saat ia melihat korban melintas di jalan tersebut, ia langsung membacok kepala korban di bagian belakang. Korban pun mengalami luka yang cukup fatal.

“Syukur korban tidak sampai meninggal. Namun pembacokan menggunakan celurit yang dilakukan oleh pelaku membuat korban mengalami luka yang sangat parah,” ungkap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander.

Dony menjelaskan, aksi pembacokan ini disebabkan pelaku sakit hati. Sebab, aktivitasnya dalam jual beli SS dilaporkan ke pihak kepolisian. Karena itulah ia lantas menyusun rencana untuk membacok korban dengan menggunakan celurit.

Dari hasil penyidikan, diketahui jika Imam juga terlibat aksi kejahatan lainnya. Yaitu, penadahan televisi dari aksi pencurian dengan pemberatan (curat) yang dilakukan pada 2 Juli 2019. Serta, penganiayaan pada Mohammad Faisol di Jalan Raya Sawahan, Kecamatan Gadingrejo, pada 28 Desember 2019.

Selain itu, dari hasil tes urine yang dilakukan tim satreskoba diketahui jika Imam Syafii positif menggunakan psikotropika jenis amfetamin. Ia merupakan daftar pencarian orang (DPO) untuk kasus pengedaran SS sejak Desember lalu.

Menurutnya, Imam Syafii juga sudah mengaku jika ia menjadi pengedar SS selama setengah tahun. Kristal putih haram tersebut dijual dengan harga Rp 1,2 juta setiap gramnya. Hasil penjualan sabu ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Imam dikenakan pasal berlapis. Yakni, pasal 351 tentang Penganiayaan, pasal 380 tentang Penadahan, dan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 15 tahun,” sebut Dony. (riz/fun)