alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Kades Jabung Candi Divonis 16 Bulan, JPU Masih Pikir-Pikir

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang menjerat kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, memasuki babak akhir. Senin (24/2) siang, Ahmad Haris yang menjadi terdakwa kasus ini, diputus 16 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu digelar sekitar pukul 13.00. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rohmad. Setelah dibuka, majelis hakim langsung membacakan putusan atas kasus tersebut.

Dalam pembacaan putusannya, Haris -sapaan akrabnya- diputus bersalah. Ia divonis melanggar UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Yang sengaja menerima uang dari hasil jual beli tanah.

“Setelah menimbang, kami memutuskan bahwa pelaku bersalah. Karena itu pelaku dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 6 bulan penjara,” kata majelis hakim dalam putusannya.

Menanggapi putusan tersebut, Mustadji penasihat hukum Ahmad Haris mengatakan, pihaknya sebagai menghormati putusan tersebut. Pihaknya juga mengaku tidak akan banding.

“Kami selaku penasihat hukum terdakwa sangat menghormati putusan hakim. Sebenarnya putusan 1 tahun 4 bulan tersebut memberatkan klien saya. Tapi kami menghormati,” katanya.

Pihaknya telah berkomunikasi dengan terdakwa. Kliennya tidak akan mencari keadilan ke ranah yang lebih tinggi. “Namun setelah kami berkoordinasi dengan terdakwa, dia (Ahmad Haris, Red) menerangkan menerima putusan hakim sehingga kami menerima putusan majelis hakim,” tuturnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Basuki mengaku masih pikir-pikir terhadap putusan itu. “Kami masih pikir pikir. Apakah nanti naik atau menerima,” tuturnya. (sid/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang menjerat kades Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, memasuki babak akhir. Senin (24/2) siang, Ahmad Haris yang menjadi terdakwa kasus ini, diputus 16 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya itu digelar sekitar pukul 13.00. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rohmad. Setelah dibuka, majelis hakim langsung membacakan putusan atas kasus tersebut.

Dalam pembacaan putusannya, Haris -sapaan akrabnya- diputus bersalah. Ia divonis melanggar UU 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Yang sengaja menerima uang dari hasil jual beli tanah.

“Setelah menimbang, kami memutuskan bahwa pelaku bersalah. Karena itu pelaku dijatuhi hukuman satu tahun empat bulan penjara denda Rp 50 juta subsider 6 bulan penjara,” kata majelis hakim dalam putusannya.

Menanggapi putusan tersebut, Mustadji penasihat hukum Ahmad Haris mengatakan, pihaknya sebagai menghormati putusan tersebut. Pihaknya juga mengaku tidak akan banding.

“Kami selaku penasihat hukum terdakwa sangat menghormati putusan hakim. Sebenarnya putusan 1 tahun 4 bulan tersebut memberatkan klien saya. Tapi kami menghormati,” katanya.

Pihaknya telah berkomunikasi dengan terdakwa. Kliennya tidak akan mencari keadilan ke ranah yang lebih tinggi. “Namun setelah kami berkoordinasi dengan terdakwa, dia (Ahmad Haris, Red) menerangkan menerima putusan hakim sehingga kami menerima putusan majelis hakim,” tuturnya.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novan Basuki mengaku masih pikir-pikir terhadap putusan itu. “Kami masih pikir pikir. Apakah nanti naik atau menerima,” tuturnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/