alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Protes Truk Tambang, Warga Penataan di Winongan Blokir Jalan

WINONGAN – Akibat rutin dijadikan jalan alternatif truk muat pasir batu (sirtu) dari Desa Lebak, warga Desa Penataan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan melakukan unjuk rasa dan memblokir akses jalan desa, Senin (24/12). Warga meminta segera ada perbaikan jalan dan truk tak lagi melintas di jalan Desa Penataan.

Aksi pemblokiran jalan desa Penataan sendiri sudah berlangsung mulai pukul 07.00 pagi. Sehingga truk-truk tambang yang melintas dari Desa Lebak, Kecamatan Winongan menuju ke Jalan raya Winongan yang melewati Desa Penataan, otomatis terhenti.

Puluhan warga desa menghentikan truk-truk yang melintas sambil membentangkan berbagai macam spanduk yang meminta segera ada perbaikan jalan. Fegi Sudarianto, 29, perwakilan pemuda Penataan mengatakan bahwa aksi protes ini adalah buntut dari kekesalan warga karena sudah selama 1 bulan ini jalan desa rutin dijadikan jalur alternatif.

“Dulu memang sudah ada truk yang melintas tapi tidak banyak. Setelah sebulan ini jadi jalur alternatif lantaran jalan Desa Lebak diperbaiki. Kendaraan truk yang melintas jadi jauh lebih banyak hingga 20 kali lipat,” jelasnya.

Imbasnya jalan desa yang sebelumnya sudah rusak makin parah. Di tengah kondisi musim hujan yang rutin turun, jalan jadi becek, licin dan makin rusak. Tak sedikit pengendara roda dua dan sepeda yang menjadi korban akibat terjatuh. Juga tingginya truk tambang yang melintas di jalan desa membuat ketentraman warga menjadi terusik.

Fegi menambahkan, warga memprotes lantaran janji untuk segera memperbaiki jalan dan jembatan sebelum dilewati truk belum terealisasi dan hanya perbaikan sekedarnya.”Sehingga kami menuntut segera ada perbaikan jalan, termasuk segera ada alat berat dan perbaikan jembatan di Desa Penataaan,” jelasnya.

Akhirnya sekitar pukul 10.00, ada perwakilan dari Desa, Koramil, Babinsa sampai perwakilan tambang, urun rembug dengan warga. Agus Jalaludin dari Aliansi mewakili pengusaha tambang melakukan kesepakatan bahwa Senin (24/12) aktivitas tambang langsung diliburkan.

“Untuk aktivitas tambang dan truk yang lewat hari ini (Senin) kami liburkan dan segera ada pembenahan alat berat yang masuk untuk perbaikan jalan,” jelasnya. (eka/fun)

WINONGAN – Akibat rutin dijadikan jalan alternatif truk muat pasir batu (sirtu) dari Desa Lebak, warga Desa Penataan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan melakukan unjuk rasa dan memblokir akses jalan desa, Senin (24/12). Warga meminta segera ada perbaikan jalan dan truk tak lagi melintas di jalan Desa Penataan.

Aksi pemblokiran jalan desa Penataan sendiri sudah berlangsung mulai pukul 07.00 pagi. Sehingga truk-truk tambang yang melintas dari Desa Lebak, Kecamatan Winongan menuju ke Jalan raya Winongan yang melewati Desa Penataan, otomatis terhenti.

Puluhan warga desa menghentikan truk-truk yang melintas sambil membentangkan berbagai macam spanduk yang meminta segera ada perbaikan jalan. Fegi Sudarianto, 29, perwakilan pemuda Penataan mengatakan bahwa aksi protes ini adalah buntut dari kekesalan warga karena sudah selama 1 bulan ini jalan desa rutin dijadikan jalur alternatif.

“Dulu memang sudah ada truk yang melintas tapi tidak banyak. Setelah sebulan ini jadi jalur alternatif lantaran jalan Desa Lebak diperbaiki. Kendaraan truk yang melintas jadi jauh lebih banyak hingga 20 kali lipat,” jelasnya.

Imbasnya jalan desa yang sebelumnya sudah rusak makin parah. Di tengah kondisi musim hujan yang rutin turun, jalan jadi becek, licin dan makin rusak. Tak sedikit pengendara roda dua dan sepeda yang menjadi korban akibat terjatuh. Juga tingginya truk tambang yang melintas di jalan desa membuat ketentraman warga menjadi terusik.

Fegi menambahkan, warga memprotes lantaran janji untuk segera memperbaiki jalan dan jembatan sebelum dilewati truk belum terealisasi dan hanya perbaikan sekedarnya.”Sehingga kami menuntut segera ada perbaikan jalan, termasuk segera ada alat berat dan perbaikan jembatan di Desa Penataaan,” jelasnya.

Akhirnya sekitar pukul 10.00, ada perwakilan dari Desa, Koramil, Babinsa sampai perwakilan tambang, urun rembug dengan warga. Agus Jalaludin dari Aliansi mewakili pengusaha tambang melakukan kesepakatan bahwa Senin (24/12) aktivitas tambang langsung diliburkan.

“Untuk aktivitas tambang dan truk yang lewat hari ini (Senin) kami liburkan dan segera ada pembenahan alat berat yang masuk untuk perbaikan jalan,” jelasnya. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/