alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Lupa Matikan Kompor saat Pergi ke Masjid, Rumah di Gondangwetan Terbakar

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Gara-gara lupa mematikan kompor, seburah rumah di Gondangetan dilalap si jago merah. Sang pemilik lupa mematikan kompor saat hendak pergi ke masjid.

Insiden itu terjadi Minggu (24/11) sekitar pukul 12.00, di Jalan Raya Bromo, Gang 1, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Rumah tersebut diketahui milik Heri, 61. Saat mengetahui rumahnya terbakar, kontan saja dia kaget. Apalagi wktu itu api sudah membumbung tinggi sekira 3 meter.

“Saat itu tetangga sudah ramai teriak dan bantu padamkan api dengan alat seadanya, Saya juga kaget kok rumah sudah dilalap api,” terangnya.

Diakui Heri, sebelum berangkat ke masjid yang tak jauh dari rumahnya, dia mendapatkan pesanan mie. Saat itu adan Dhuhur sudah berkumandang. Dia pun terpanggil untuk mengikuti salat berjamaah.

Hanya saja Heri yang sehari-hari berjualan mie basah dan es batu ini memilih menyiapkan kompor terlebih dahulu. “Jadi pikiran saya saat itu, sambil ke Masjid sebentar, saya siapkan kompor dengan nyala kecil. Jadi pas pulang tinggal masak saja,” terangnya.

Setelah menyalakan kompor dengan nyala api kecil, kemudian Heri bergegas ke Masjid yang jaraknya tak lebih dari 50 meter tersebut. Namun rupanya saat pulang justru didapatknya api sudah membesar dan melalap seluruh rumahnya.

Selain Heri, di rumah saat itu ada istrinya, Asmani yang beristirahat di kamar. “Saya gak bilang apa-apa ke istri, tapi untungnya dia juga selamat dari api. Dia masih syok,” terangnya.

Andre Wahjono, Komandan regu PMK Pasuruan Kota mengatakan mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 12.00. Saat itu grup PMK langsung ke lokasi sambil menunggu PLN memadamkan listrik sebelum PMK memadamkan api di rumah Heri.

Tercatat ada 3 PMK yaitu 2 mobil dari Kota Pasuruan dan 1 PMK dari Kabupaten Pasuruan. “Untuk lokasi dekat dengan sungai, sehingga kegiatan pemadaman cukup cepat, sekitar pukul 13.00 api sudah berhasil dipadamkan,” terangnya. (eka/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.