alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Biaya Studi Wisata SMAN 2 Kota Pasuruan Dikeluhkan

PURWOREJO, Radar Bromo – Rencana SMAN 2 Kota Pasuruan mengadakan kegiatan studi wisata dikeluhkan. Ada wali murid yang menyebut, biaya studi wisata ini sangat memberatkan.

R, salah seorang wali murid dari siswi kelas 11 mengungkapkan, ia mendapatkan informasi dari putrinya yang berinisial A bahwa SMAN 2 Kota Pasuruan akan mengadakan studi wisata ke Jogjakarta. Namun, rencana ini tidak pernah melibatkan wali murid sama sekali.

“Tiba-tiba saja, saya mendapatkan informasi dari anak saya bulan September lalu. Katanya, siswa diwajibkan ikut studi wisata. Tapi, wali murid tidak pernah dilibatkan dalam rapat apapun dengan pihak sekolah,” ungkapnya.

R menjelaskan, setiap siswa diminta membayar Rp 1.080.000 untuk mengikuti studi wisata selama dua hari tiga malam. Karena keberatan inilah, dirinya sempat berkomunikasi dengan wali kelasnya, Eko melalui pesan WhatsApp.

Dalam pesan itu, wali kelas tersebut menjelaskan, seluruh wali kelas 11 dan guru Bimbingan Pelajar (BP) sudah mengadakan rapat. Keputusannya, digelar studi wisata tahun ini. Kegiatan ini akan dilakukan bersama-sama semua jurusan.

“Saya malah dijelaskan studi wisata ini juga melibatkan kunjungan kampus dan sifatnya wajib. Jadi, setiap siswa nantinya paham lingkungan kampus sebagai modal pengetahuan kalau nanti kuliah. Sementara soal biaya dan transparansi saya tidak mendapatkan jawaban,” jelasnya.

Tidak hanya itu, wali murid menurutnya, harus membayar uang muka untuk biaya studi wisata ini. Dan uang muka harus dibayarkan pada akhir Oktober. Sementara sisanya harus diangsur dalam dua bulan, yakni November hingga Desember. Sebab, studi wisata ini dilaksanakan Januari.

“Untuk siswa yang tidak ikut studi wisata, nilai mata pelajaran di rapor akan dikurangi. Karena studi wisata ini wajib. Tentu saja saya tidak setuju. Ini kan memberatkan wali murid,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Pasuruan Gathot Suyono menampik soal tidak adanya transparansi. Ia menyebut, rencana kegiatan studi wisata ini belum ditetapkan. Pihak sekolah masih akan mengundang seluruh wali murid kelas 11 pekan ini.

“Kami masih akan membuat surat undangan bagi wali murid untuk menyosialisasikan rencana studi wisata ini. Jadi, itu memang belum ditetapkan. Bukan kami menutup dari wali murid. Soal pengurangan nilai itu tidak ada,”sebut Gathot. (riz/hn)

PURWOREJO, Radar Bromo – Rencana SMAN 2 Kota Pasuruan mengadakan kegiatan studi wisata dikeluhkan. Ada wali murid yang menyebut, biaya studi wisata ini sangat memberatkan.

R, salah seorang wali murid dari siswi kelas 11 mengungkapkan, ia mendapatkan informasi dari putrinya yang berinisial A bahwa SMAN 2 Kota Pasuruan akan mengadakan studi wisata ke Jogjakarta. Namun, rencana ini tidak pernah melibatkan wali murid sama sekali.

“Tiba-tiba saja, saya mendapatkan informasi dari anak saya bulan September lalu. Katanya, siswa diwajibkan ikut studi wisata. Tapi, wali murid tidak pernah dilibatkan dalam rapat apapun dengan pihak sekolah,” ungkapnya.

R menjelaskan, setiap siswa diminta membayar Rp 1.080.000 untuk mengikuti studi wisata selama dua hari tiga malam. Karena keberatan inilah, dirinya sempat berkomunikasi dengan wali kelasnya, Eko melalui pesan WhatsApp.

Dalam pesan itu, wali kelas tersebut menjelaskan, seluruh wali kelas 11 dan guru Bimbingan Pelajar (BP) sudah mengadakan rapat. Keputusannya, digelar studi wisata tahun ini. Kegiatan ini akan dilakukan bersama-sama semua jurusan.

“Saya malah dijelaskan studi wisata ini juga melibatkan kunjungan kampus dan sifatnya wajib. Jadi, setiap siswa nantinya paham lingkungan kampus sebagai modal pengetahuan kalau nanti kuliah. Sementara soal biaya dan transparansi saya tidak mendapatkan jawaban,” jelasnya.

Tidak hanya itu, wali murid menurutnya, harus membayar uang muka untuk biaya studi wisata ini. Dan uang muka harus dibayarkan pada akhir Oktober. Sementara sisanya harus diangsur dalam dua bulan, yakni November hingga Desember. Sebab, studi wisata ini dilaksanakan Januari.

“Untuk siswa yang tidak ikut studi wisata, nilai mata pelajaran di rapor akan dikurangi. Karena studi wisata ini wajib. Tentu saja saya tidak setuju. Ini kan memberatkan wali murid,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Pasuruan Gathot Suyono menampik soal tidak adanya transparansi. Ia menyebut, rencana kegiatan studi wisata ini belum ditetapkan. Pihak sekolah masih akan mengundang seluruh wali murid kelas 11 pekan ini.

“Kami masih akan membuat surat undangan bagi wali murid untuk menyosialisasikan rencana studi wisata ini. Jadi, itu memang belum ditetapkan. Bukan kami menutup dari wali murid. Soal pengurangan nilai itu tidak ada,”sebut Gathot. (riz/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/