alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Mengikuti Bimbel Tes CPNS di Kota Pasuruan

Setelah moratorium hampir 4 tahun, masyarakat kembali disibukkan dengan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini. Untuk memaksimalkan hasil, tak sedikit mereka yang memanfaatkan bimbingan belajar (bimbel).

ERRI KARTIKA, Purworejo

Puluhan pemuda dan pemudi tampak sibuk mengutak-atik komputer di depannya. Sebagian ada juga yang memanfaatkan laptop, bahkan handphone android.

Tujuannya satu, menyelesaikan soal-soal di layar monitor. Mereka tampak serius agar bisa menyelesaikan soal tepat waktu yang disediakan hanya 90 menit.

Padahal, hari itu adalah hari libur. Saat banyak pegawai atau karyawan yang memilih untuk bangun lebih siang karena hari libur, sebanyak 35 orang sudah berkumpul di Bimbel Master Prima di Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan.

Mulai pukul 07.30 sampai 09.00 mereka harus menyelesaikan ratusan soal dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Wisnu, 30, adalah salah satu peserta dari Bimbel Master Prima, Kota Pasuruan. Sehari-hari, pria ini sejatinya adalah menjadi pegawai honorer di Pemkab Pasuruan. “Tapi untuk tes ini saya ikut umum dan supaya lebih siap saat tes nanti saya memilih ikut bimbel CPNS saja,” jelasnya.

Wisnu adalah salah satu dari puluhan pemuda lainnya yang memilih bantuan bimbel untuk persiapan tes Computer Assited Tes (CAT) nanti. Padahal, harga les CPNS terbilang tidak murah.

Paling tidak mereka harus merogoh kocek hingga Rp 1,7 juta untuk 10 kali pertemuan. Bahkan, ada juga yang private dimana peserta bisa datang lebih fleksibel. Tapi, harganya juga lebih mahal mencapai Rp 2,2 juta.

Akhmad Dimyati, kepala cabang Master Prima Pasuruan mengatakan bahwa dilihat secara nominal harga bimbel tes CPNS memang cukup mahal. “Tapi, kalau dilihat hasil jika sudah lulus, angka tersebut sejatinya masuk akal,” jelasnya.

Bimbel yang berdiri pada 2015 lalu, sebelumnya memang lebih fokus untuk bimbel pelajaran mulai dari SD sampai SMA. Termasuk untuk tes masuk STAN dan Polri. Namun, karena cukup banyak permintaan, sehingga sejak September lalu, Dimyati pun mulai membuka pendaftaran les CPNS.

“Dari saat belum dibuka sudah ada 4 peserta, setelah dibuka formasi naik lagi menjadi 15 orang, dan mendekati tes CAT hingga ada 35 peserta,” jelasnya.

Diakui bahwa tidak semua masyarakat mampu membayar biaya les CPNS mahal. Untuk mensiasati hal tersebut. Master Prima yang juga ada di 9 cabang kota lain. Juga memberikan biaya tes insidentil. Dengan biaya Rp 100 ribu, peserta bisa ikut tryout online layaknya tes CAT dan mengikuti pembahasan 1 kali pertemuan.

Dikatakan, tes CAT ini memang tidak diajarkan di sekolah. Bahkan, dari tes ini menjadi pintu gerbang untuk persiapan tes bidang nantinya. “Dan, ternyata memang ada hasilnya, dari saat awal sebelum ikut tes, kami uji tidak lulus, setelah ikut bimbingan dan kami tes CAT lagi mereka bisa lulus semua,” jelasnya.

Peminat les CPNS ini memang beragam, dari fresh graduate, honorer, suami-istri, sampai pekerja kantoran. Untuk pegawai tak sedikit yang sudah memiliki jabatan di perusahaan. “Tapi, karena PNS ini ada faktor prestice, jadi ya peminat tetap banyak,” jelasnya.

Termasuk asal peserta juga ada yang dari Kota Pasuruan, Pandaan, Malang, Trawas dari Mojokerto dan Lumajang. Karena kebanyakan peserta adalah pekerja, les pun lebih banyak dilakukan malam hari sepulang kerja, biasanya setelah magrib atau pukul 20.00. Bahkan, untuk yang private malah datang di tengah istirahat jam makan siang.

“Awalnya mengeluh tak ada waktu untuk ikut les. Tapi, ternyata antusias belajar tinggi. Dan, sering datang saat istirahat jam makam siang setelah balik kerja lagi,” terangnya. Dikatakan setelah pengumuman administrasi, les sendiri saat ini sudah memasuki gelombang ketiga dan dijadwalkan selesai pada Rabu besok. Namun, tak menutup kemungkinan jika ada permintaan lagi sambil menunggu jadwal tes kepastian CAT.

Tak hanya di Master Prima, Bimbel Parma di Perum Kraton Indah, Kecamatan Kraton, juga dibanjiri peminat les CPNS. Kemal Bachtiar Rahman, pemilik Bimbel Parma mengatakan, saat ini masih tersisa 10 orang yang mengikuti les CPNS. “Untuk jadwal fleksibel, mengikuti jadwal peserta karena peserta kesibukannya berbeda,” jelasnya.

Untuk harga les sendiri memang lebih terjangkau. Yakni, Rp 650 ribu untuk 10 kali pertemuan. Dan, karena minggu depan sudah dimulai jadwal tes CAT. Sehingga minggu ini adalah minggu terakhir untuk bimbingan les CPNS. (rf/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.