alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Monday, 26 October 2020

Nasib PT PaMi Terkatung-katung, Pihak Ketiga Minta Dibubarkan

BANGIL, Radar Bromo – Perusahaan gas daerah PT Pasuruan Migas (PaMi) sempat menjadi harapan dalam menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan. Namun, hingga sekarang nasibnya terkatung-katung tanpa kejelasan.

Kondisi itu pun mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pasuruan. DPRD berharap agar pemkab memberi kejelasan terhadap nasib PT PaMi.

“Apakah akan dilanjutkan atau tidak, harus ada kejelasan. Jangan biarkan nasib PT PaMi tak jelas seperti sekarang,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi.

Politisi dari F-PDI Perjuangan itu menambahkan, kejelasan terhadap kelanjutan PT PaMi perlu diberikan pemerintah daerah. Sebab, kejelasan status PT PaMi berkaitan dengan peluang yang bisa didapat pemkab untuk mendapatkan PAD dari perusahaan tersebut.

Di samping itu, juga untuk memberikan kejelasan terhadap pihak ketiga. Sebab, ada saham pihak swasta dalam komposisi permodalan PT PaMi. Saham swasta itu mencapai 49 persen.

“Ini juga biar ada kejelasan terhadap pihak ketiga. Jangan biarkan nasib mereka juga terkatung-katung,” bebernya.

Untuk itulah, ia berharap Pemkab Pasuruan bersikap. Jika memang bisa dilanjutkan, maka harus diambil tindakan. Jika tidak, maka harus dibubarkan.

“Kalau memang mau dilanjutkan, seperti apa kelanjutannya. Dan kalau memang dibubarkan, bagaimana selanjutnya,” desaknya.

Kuasa Hukum PT PaMi Suryono Pane mengakui, nasib PT PaMi memang tidak jelas. Pihaknya pun masih menunggu sikap pemerintah daerah atas kelanjutan perusahaan gas tersebut. Apakah mau dilanjutkan atau dibubarkan.

Pane (sapaannya) sendiri mengaku sudah menerima tembusan surat dari pihak swasta di PT PaMi yaitu PT Chowie Wong Techinindo. Pemodal atau pemilik saham sebesar 49 persen di PT PaMi itu sempat melayangkan surat ke Bupati Pasuruan. Saat itu PT Chowie Wong Techinindo menanyakan kejelasan nasib perusahaan gas itu.

Dalam suratnya, PT Chowie Wong Techinindo mengajukan dua pilihan kepada pemerintah daerah. Pertama, pembubaran PT PaMI. Dan yang kedua, akuisisi saham yang dimiliki PT Chowie Wong Techinindo oleh Pemkab.

Pilihan itu diajukan bukan tanpa alasan. Selama ini, PT PaMi hanya beroperasi dan memperoleh keuntungan selama kurang lebih delapan bulan. Sebelum kemudian, tersangkut masalah hukum. Meski akhirnya tidak lagi ada persoalan.

Kondisi tersebut, membuat PT PaMi tidak lagi memperoleh keuntungan selama beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, PT PaMi memiliki tanggungan operasional kantor di daerah Kuningan, Jakarta serta karyawan.

Biaya untuk operasional tersebut tidaklah sedikit. Bisa mencapai Rp 1 miliar per tahunnya. Sementara, sisa uang yang ada di rekening PT PaMi, hanya Rp 3,8 miliar. Padahal, perusahaan tersebut tidak lagi beroperasi sejak 2013.

“Jadi, bisa dibilang keuangan PT PaMi sudah minus. Apalagi, kontrak gas dengan perusahaan Santos sudah habis. Sehingga, perusahaan tersebut tidak lagi efektif untuk dilanjutkan. Makanya, PT Chowie Wong Techinindo meminta untuk dibubarkan atau kalau tidak, Pemkab membeli saham mereka,” sambung dia.

Pertimbangan lainnya, direksi dan komisaris sudah tidak lagi ada. Direktur PT PaMi yang sebelumnya dijabat Samsul Arifin, telah meninggal dunia. Sementara jabatan komisaris yang sebelumnya disandang oleh Kasian Selamet, sudah habis masa jabatannya.

“Jadi, kalau saya terserah masing-masing pihak. Kalau memang dibubarkan silakan. Kalau pun mau dilanjutkan ya silakan,” timpal dia.

Sekda Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya menguraikan, sudah menerima surat dari PT Chowie Wong Techinindo tersebut. Ia membenarkan ada pengajuan untuk pembubaran dan pembelian saham dari PT Chowie Wong Techinindo.

Hanya saja, Pemkab tidak bisa memberikan keputusan yang serta merta. “Harus kami rapatkan terlebih dahulu dengan jajaran terkait,” bebernya.

Karena ada beberapa pertimbangan untuk melakukan tindakan yang akan diambil. Kalau memang akan dibubarkan, dampaknya seperti apa. Begitupun kalau pemkab harus mengakuisisi saham PT Chowie Wong Techinindo tersebut, keuntungan apa yang bisa didapatkan.

“Kami masih membutuhkan waktu untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Kajian hukumnya seperti apa. Risiko-risikonya, hak, dan kewajibannya seperti apa, perlu kami cermati,” tuturnya.

Ia menyadari, pembiayaan PT PaMi bisa semakin besar. Bahkan, semakin memberatkan PT PaMi. Namun, pihaknya tak mau mengambil langkah yang gegabah terhadap perusahaan gas tersebut. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PWI Probolinggo Bangkit setelah 10 Tahun Vakum  

General Manager Jawa Pos Radar Bromo H.A. Suyuti, terpilih sebagai ketua PWI Probolinggo Persiapan.

Penuhi Syarat, JMSI Serahkan Berkas Pendaftaran ke Dewan Pers

Dideklarasikan 8 Februari 2020, dalam waktu singkat JMSI dapat memenuhi persyaratan menjadi konstituen Dewan Pers.

Ngantuk, Pemotor asal Sidoarjo Tabrak Taman Bambu Runcing Pandaan    

Motor Honda Supra X yang dikendarai korban seorang diri, menabrak taman Bambu Runcing

Fortuner Tabrak Pikap Parkir di Prigen, Tiga Terluka  

Sesampainya di lokasi kejadian, Fortuner itu menabrak dari belakang pikap Isuzu Panther pikap yang diparkir di bahu jalan sebelah kiri.

Warga Binaan Rutan Bangil Ubah Lahan Parkir Jadi Bengkel Mebel

Hidup di penjara, tidak boleh mematikan kreativitas. Sebab, meski hidup di lingkungan yang terbatas, seorang tahanan masih bisa berkreasi. Hal ini yang dilakukan di Rutan Bangil dengan mengembangkan industri mebeler.