alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

TPS di Kelurahan Semampir Ditutup, Sampah Jadi Berserakan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penutupan Tempat Pembuatan Sampah (TPS) Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, berdampak. Tumpukan sampah terlihat meluber di depan TPS. Masyarakat seakan tak peduli dan tetap membuang sampah ke TPS yang sedang diperbaiki ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, TPS di Kelurahan Semampir ditutup karena masih diperbaiki. Perbaikan dilakukan sejak dua minggu lalu.

Menurutnya, banyaknya sampah itu karena warga tetap membuang sampahnya ke TPS di sisi timur Pasar Semampir ini. “Ada juga warga yang memilih membuang sampahnya ke TPS terdekat. Seperti di TPS dekat Makam Pahlawan di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan,” ujarnya.

Zaenal mengaku, terus berusaha menanggulangi sampah yang dibuang warga. Salah satunya dengan mengangkutnya setiap hari. “Biasanya pagi di bawa ke TPA (tempat pembuangan akhir) di Desa Seboro (Kecamatan Krejengan). Agar sampah tidak menumpuk,” ujarnya.

TPS ini sedang diperbaiki pada bagian lantai dan atap. Zaenal memperkirakan, perbaikannya akan rampung dalam tiga pekan ke depan. Pernyataan ini seakan menjawab keinginan warga Kelurahan Semampir, Lutfi.

Ia berharap perbaikan TPS Semampir bisa segera rampung. Sebab, sampah yang berada di pingir jalan cukup mengganggu. “Namanya sampah pasti busuk. Tapi, kalau di pinggir jalan kan kelihatannya tidak nyaman,” ujarnya.

Tidak hanya pemandangan yang kurang mengenakan, kata Lutfi, keberadaan sampah ini juga membuat arus lalu lintas terganggu. Banyak pengendara yang memilih melintas agak ke tengah, menghindari tumpukan sampah.

“Ada juga kendaraan yang mengambil jalur tengah akibat menghindari sampah. Itu bahaya, bisa-bisa kesenggol dengan pengendara lain,” ujarnya. (mg1/rud/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Penutupan Tempat Pembuatan Sampah (TPS) Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, berdampak. Tumpukan sampah terlihat meluber di depan TPS. Masyarakat seakan tak peduli dan tetap membuang sampah ke TPS yang sedang diperbaiki ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Zaenal Ansori mengatakan, TPS di Kelurahan Semampir ditutup karena masih diperbaiki. Perbaikan dilakukan sejak dua minggu lalu.

Menurutnya, banyaknya sampah itu karena warga tetap membuang sampahnya ke TPS di sisi timur Pasar Semampir ini. “Ada juga warga yang memilih membuang sampahnya ke TPS terdekat. Seperti di TPS dekat Makam Pahlawan di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan,” ujarnya.

Zaenal mengaku, terus berusaha menanggulangi sampah yang dibuang warga. Salah satunya dengan mengangkutnya setiap hari. “Biasanya pagi di bawa ke TPA (tempat pembuangan akhir) di Desa Seboro (Kecamatan Krejengan). Agar sampah tidak menumpuk,” ujarnya.

TPS ini sedang diperbaiki pada bagian lantai dan atap. Zaenal memperkirakan, perbaikannya akan rampung dalam tiga pekan ke depan. Pernyataan ini seakan menjawab keinginan warga Kelurahan Semampir, Lutfi.

Ia berharap perbaikan TPS Semampir bisa segera rampung. Sebab, sampah yang berada di pingir jalan cukup mengganggu. “Namanya sampah pasti busuk. Tapi, kalau di pinggir jalan kan kelihatannya tidak nyaman,” ujarnya.

Tidak hanya pemandangan yang kurang mengenakan, kata Lutfi, keberadaan sampah ini juga membuat arus lalu lintas terganggu. Banyak pengendara yang memilih melintas agak ke tengah, menghindari tumpukan sampah.

“Ada juga kendaraan yang mengambil jalur tengah akibat menghindari sampah. Itu bahaya, bisa-bisa kesenggol dengan pengendara lain,” ujarnya. (mg1/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/