Normalisasi Kedunglarangan Dilanjutkan 2019 Baru 20 Persen

BELUM SELESAI: Alat berat yang digunakan untuk mengeruk sungai Kedunglarangan. Normalisasi di sungai ini baru berjalan 20 persen. (Dinas PU SDA dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Normalisasi sungai Kedunglarangan sepanjang 7 kilometer, terus dilakukan. Saat ini, normalisasi mencapai 20 persen. Sisanya, akan dilanjutkan tahun 2019.

Kepala Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menuturkan, normalisasi sungai Kedunglarangan merupakan program pemerintah pusat melalui BBWS Brantas. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menanggulangi pendangkalan sungai Kedunglarangan. Sekaligus untuk mencegah banjir yang kerap melanda wilayah Kalianyar dan sekitarnya.

Program tersebut dilakukan secara multiyears. Di mana, pelaksanaannya dilangsungkan sejak 2017 hingga 2019. “Namun, mulai action sejak 2018. Karena tahun 2017, banyak dilakukan sosialisasi,” jelas Hanung.

Kegiatan normalisasi untuk tahun ini sudah rampung 100 persen. Di mana, kegiatan yang dilakukan berupa pelebaran tanggul dan pembuatan tanggul. Sementara pengerukan sungai, baru akan dilakukan tahun depan.

“Proses yang dilaksanakan tahun ini, berupa pelebaran sungai. Dari yang semula hanya kisaran 30 meter menjadi 60 meter hingga 80 meter. Selain itu, juga pembuatan tanggul yang mencapai ketinggian 3 meter,” bebernya.

Secara keseluruhan, kata Hanung, proses yang diselesaikan tahun ini baru 20 persen dari total pekerjaan. Karena sisanya untuk pengerukan sungai yang akan direalisasikan tahun depan.

Seperti diketahui, pemerintah melakukan normalisasi Sungai Kedunglarangan untuk mengatasi banjir di Bangil. Kegiatan normalisasi itu akan dilangsungkan hingga 2019 dengan menormalisasi sungai Kedunglarangan sepanjang 7 kilometer.

Proyek yang didanai APBN itu menelan anggaran tak sedikit. Pemerintah menyiapkan total anggaran hingga Rp 192 miliar. (one/fun)