alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Ini yang Dilakukan Desa dan Disbudpar Jika Batu Bata Ternyata Situs Sejarah

PRIGEN– Balaiu Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim masih menyelidiki batu bata yang mirip sendang, di Desa candiwates. Jika memang benar batu bata itu adalah situs sejarah, maka temuan tersebut bisa menjadi destinasi wisata baru.

Respons positif pun ditunjukkan Pemdes Candiwates dan warga sekitar Dusun Kalongan. Jika benar peninggalan Kerajaan Majapahit, lokasi tersebut menurut Kades Candiwates Akhmad Irfan, bisa menjadi destinasi wisata baru di desanya.

Karena itu, Kades pun memastikan akan menjaga lokasi tersebut. “Lokasi ini akan kami jaga dengan melibatkan semua elemen. Mulai karang taruna, pemuda, hingga orang dewasa. Karena ini bisa menjadi destinasi wisata sejarah di desa,” cetusnya.

majapahit
PERLU DITELITIU: BPCB saat meneliti batu bata di Candiwates. (Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara itu, Pemdes Candiwates dan Disbudpar Kabupaten Pasuruan langsung menindaklanjuti survei oleh BPCP Trowulan. Mereka mengajukan surat resmi berisi permohonan pada BPCB Trowulan agar melakukan penanganan lanjutan pada struktur batu bata itu. Yaitu dengan menurunkan tim identifikasi serta arkeolog ke lokasi untuk melakukan penelitian.

“Surat permohonan resmi untuk diteliti lebih lanjut oleh BPCB Trowulan, sudah kami layangkan. Sebab, tupoksi kami terbatas. Kami tidak memiliki kewenangan untuk meneliti ini. kewenangan ada pada BPCP Trowulan,” ungkap Kabid Seni dan Budaya di Disbudpar Kabupaten Pasuruan Nurul Hidayati. (zal/fun)

PRIGEN– Balaiu Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim masih menyelidiki batu bata yang mirip sendang, di Desa candiwates. Jika memang benar batu bata itu adalah situs sejarah, maka temuan tersebut bisa menjadi destinasi wisata baru.

Respons positif pun ditunjukkan Pemdes Candiwates dan warga sekitar Dusun Kalongan. Jika benar peninggalan Kerajaan Majapahit, lokasi tersebut menurut Kades Candiwates Akhmad Irfan, bisa menjadi destinasi wisata baru di desanya.

Karena itu, Kades pun memastikan akan menjaga lokasi tersebut. “Lokasi ini akan kami jaga dengan melibatkan semua elemen. Mulai karang taruna, pemuda, hingga orang dewasa. Karena ini bisa menjadi destinasi wisata sejarah di desa,” cetusnya.

majapahit
PERLU DITELITIU: BPCB saat meneliti batu bata di Candiwates. (Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara itu, Pemdes Candiwates dan Disbudpar Kabupaten Pasuruan langsung menindaklanjuti survei oleh BPCP Trowulan. Mereka mengajukan surat resmi berisi permohonan pada BPCB Trowulan agar melakukan penanganan lanjutan pada struktur batu bata itu. Yaitu dengan menurunkan tim identifikasi serta arkeolog ke lokasi untuk melakukan penelitian.

“Surat permohonan resmi untuk diteliti lebih lanjut oleh BPCB Trowulan, sudah kami layangkan. Sebab, tupoksi kami terbatas. Kami tidak memiliki kewenangan untuk meneliti ini. kewenangan ada pada BPCP Trowulan,” ungkap Kabid Seni dan Budaya di Disbudpar Kabupaten Pasuruan Nurul Hidayati. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/