Alun-alun Kraksaan Belum Steril PKL, Ini Kata Satpol PP

MENCARI REZEKI: Sejumlah PKL masih berjualan di sisi selatan Alun-alun Kota Kraksaan, kemarin. Satpol PP mengaku masih menunggu persetujuan Pj Bupati Probolinggo untuk menertibkan mereka. (Foto: Arif Mashudi/ Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAANJanji Pemkab Probolinggo untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar di sekitar Alun-alun Kota Kraksaan, belum juga terealisasi. Pengurus Paguyuban PKL Semarak Kota Kraksaan menagih janji Pemkab. Sebab, kondisi Centra PKL Semarak di belakang Masjid Agung Ar-Raudhah, semakin sepi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sampai Kamis (23/8) masih banyak PKL yang berjualan di sisi selatan Alun-alun Kraksaan. Tidak hanya itu, pengunjung yang datang ke Alun-alun Kraksaan juga banyak. Sehingga, PKL di sisi selatan alun-alun makin ramai pembeli.

Sedangkan, di Centra PKL Semarak di belakang Masjid Agung Ar-Raudhah Kraksaan, tidak sedikit pedagang yang mengeluh. Sebab, pengunjung ke tempat mereka berjualan makin sepi. Bahkan, sejumlah PKL memilih berjualan dan pindah ke luar sisi timur Alun-alun Kraksaan. Alasannya, memilih lokasi yang lebih strategis.

Ketua Paguyuban PKL Semarak Heri mengatakan, sampai kemarin belum ada ketegasan dari Pemkab untuk menertibkan PKL liar di sisi selatan Alun-alun Kraksaan. Informasinya, surat pengaduan PKL Semarak telah diperhatikan dan dikoordinasikan. Namun, sampai kemarin para PKL liar itu masih bebas berjualan.

“Saya tidak tahu lagi harus bagaimana supaya aduan kami dari PKL Semarak didengar dan diperhatikan. Buktinya sampai sekarang (kemarin) belum ada penertiban,” katanya, kemarin.

Sedangkan, Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, penertiban PKL liar itu tetap ada prosedurnya. Salah satunya harus meminta izin dan petunjuk pada Pj Bupati Probolinggo. Kami pastikan akan tertibkan PKL liar itu. Tinggal menunggu persetujuan dari Bapak Pj Bupati Probolinggo,” ujarnya. (mas/rud)