alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Harga Bawang Merah Anjlok Sampai 7 Ribu Perkilogram

DRINGU, Radar Bromo – Memasuki pekan keempat bulan ini, harga bawang merah di pasar bawang Dringu mengalami penurunan drastis. Tercatat pada Rabu (22/7) lalu, harga bawang merah ada yang sampai anjlok di harga Rp 7.000/Kg. Kondisi itu karena stok bawang merah terus melimpah dan pembeli sedikit. Ditambah, sejumlah daerah lain sudah mulai panen raya bawang merah.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, suasana di pasar Bawang Dringu ramai pedagang. Tumpukan bawang merah tersaji saat berkunjung kesana. Tetapi, kondisi pengunjung atau pembeli yang datang tampak sepi. Sedangkan kualitas bawang merah yang ada hampir semuanya bagus.

”Ini harga bawang merah yang besar dan super hanya Rp 15 ribu pekilogram. Kalau yang biasa kecil, sangat murah. Bisa cuma Rp 7 ribu,” kata Bambang, salah satu pedagang di pasar bawang Dringu.

Sutaman, kepala Pasar Bawang Dringu saat ditemui, membenarkan bahwa kondisi harga bawang merah terus turun. Bahkan, saat ini harga bawang merah tergolong sudah anjlok. Karena, ada bawang merah yang harga hanya Rp 7 ribu perkilogram untuk bawang merah yang ukurang kecil. Padahal, harga bawang merah sebelumnya luar biasa mahal.

”Sekarang harga bawang merah ada yang Rp 7 ribu per kilogram. Tapi tidak super. Kalau bawang yang super sekarang murah juga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui.

Kondisi harga bawang merah, kata Sutaman, diprediksi akan terus turun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bulan depan harga bawang bisa anjlok. Karena, bulan depan sejumlah daerah penghasil bawang merah mulai panen raya. Seperti Brebes dan Nganjuk. ”Sekarang sudah ada panen raya bawang merah di Nganjuk dan Jawa Tengah. Bawang merah dari Bima juga banyak,” ungkapnya.

Disinggung harga anjlok akibat bawang merah dari Bima yang masuk,  Sutaman mengatakan, bawang merah dari Bima memang ada yang masuk ke Kabupaten Probolinggo. Tetapi, tidak untuk dijual di pasar pawang Dringu. Tetapi, langsung dikirim lagi ke luar daerah oleh pedagang. Karena, bawang merah asal Bima, tidak diminati oleh masyarakat sini. ”Harga anjlok karena stok bawang merah makin banyak tapi pembelinya makin sepi,” ujarnya. (mas/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Memasuki pekan keempat bulan ini, harga bawang merah di pasar bawang Dringu mengalami penurunan drastis. Tercatat pada Rabu (22/7) lalu, harga bawang merah ada yang sampai anjlok di harga Rp 7.000/Kg. Kondisi itu karena stok bawang merah terus melimpah dan pembeli sedikit. Ditambah, sejumlah daerah lain sudah mulai panen raya bawang merah.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, suasana di pasar Bawang Dringu ramai pedagang. Tumpukan bawang merah tersaji saat berkunjung kesana. Tetapi, kondisi pengunjung atau pembeli yang datang tampak sepi. Sedangkan kualitas bawang merah yang ada hampir semuanya bagus.

”Ini harga bawang merah yang besar dan super hanya Rp 15 ribu pekilogram. Kalau yang biasa kecil, sangat murah. Bisa cuma Rp 7 ribu,” kata Bambang, salah satu pedagang di pasar bawang Dringu.

Sutaman, kepala Pasar Bawang Dringu saat ditemui, membenarkan bahwa kondisi harga bawang merah terus turun. Bahkan, saat ini harga bawang merah tergolong sudah anjlok. Karena, ada bawang merah yang harga hanya Rp 7 ribu perkilogram untuk bawang merah yang ukurang kecil. Padahal, harga bawang merah sebelumnya luar biasa mahal.

”Sekarang harga bawang merah ada yang Rp 7 ribu per kilogram. Tapi tidak super. Kalau bawang yang super sekarang murah juga,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo saat ditemui.

Kondisi harga bawang merah, kata Sutaman, diprediksi akan terus turun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bulan depan harga bawang bisa anjlok. Karena, bulan depan sejumlah daerah penghasil bawang merah mulai panen raya. Seperti Brebes dan Nganjuk. ”Sekarang sudah ada panen raya bawang merah di Nganjuk dan Jawa Tengah. Bawang merah dari Bima juga banyak,” ungkapnya.

Disinggung harga anjlok akibat bawang merah dari Bima yang masuk,  Sutaman mengatakan, bawang merah dari Bima memang ada yang masuk ke Kabupaten Probolinggo. Tetapi, tidak untuk dijual di pasar pawang Dringu. Tetapi, langsung dikirim lagi ke luar daerah oleh pedagang. Karena, bawang merah asal Bima, tidak diminati oleh masyarakat sini. ”Harga anjlok karena stok bawang merah makin banyak tapi pembelinya makin sepi,” ujarnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/