alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Kota Layak Anak Tingkat Madya Jadi Pembuktian Kota Pasuruan Semakin Ramah Terhadap Kebutuhan Anak

PASURUAN, Radar Bromo – Kota Pasuruan kembali meraih penghargaan bergengsi Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Terlebih, anugerah yang diberikan kepada Pemkot Pasuruan tahun ini naik setingkat lebih tinggi dari raihan di tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018 lalu, Pemkot Pasuruan mendapat penghargaan KLA. Namun saat itu kategori Pratama. Nah, tahun ini, anugerah yang diraih naik setingkat menjadi kategori Madya. Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak itu digelar di Hotel Four Points Makasar, Selasa (23/7) malam.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, menerima langsung penghargaan yang diserahkan Yohana Yembise, Menteri PPPA RI. Teno didampingi Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Pasuruan dan Kepala OPD, serta Camat se-Kota Pasuruan.

Teno menyampaikan, prestasi itu diraih atas kerja keras yang terjalin antar OPD terkait. Begitupun dengan peran serta masyarakat Kota Pasuruan sendiri. “Alhamdulillah. Setelah tiga tahun berturut-turut kami mempertahankan kategori Pratama akhirnya tahun ini naik menjadi Madya,” kata Teno.

Ia menyadari, upaya untuk mempertahankan anugerah kategori Pratama selama tiga tahun terakhir bukan hal mudah. Meski begitu, lanjut Teno, Pemkot Pasuruan berkomitmen untuk memaksimalkan kinerjanya.

BUAH KINERJA OPD: Wawali Teno menyebut, raihan tersebut berkat kerjasama yang apik antar OPD di lingkungan Pemkot Pasuruan. (Foto Dinas Kominfotik Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

“Sehingga program Pemkot Pasuruan semakin ramah terhadap kebutuhan anak sebagai generasi emas di masa depan,” tambahnya.

Menurut dia, ada beberapa OPD yang berperan mendukung kebutuhan dan fasilitas menuju Kota Layak Anak. Sejumlah program dinilai menjadi penunjang diraihnya prestasi tersebut. “Seperti keberadaan taman baca di Taman Pekuncen. Dan ada beberapa program lain yang mendukung diraihnya prestasi ini,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, Penghargaan KemenPPPA yang diberikan tiap tahun pada event Hari Anak Nasional memiliki 3 tingkatan kategori. Dimulai dari tingkat paling rendah yakni Pratama, dilanjutkan Madya, Nindya, Utama dan dan terakhir predikat Kota Layak Anak (KLA).

Tak hanya itu, Kota Pasuruan juga mendapatkan Piagam Penghargaan DAFA AWARD 2019 yang diwakili oleh Ika Devy Fitriningtyas, siswi SMA Negeri 2 Kota Pasuruan. Penghargaan itu diberikan kepada Forum Anak Gadingrejo sebagai Kelurahan Terbaik.

Ingin tahu apa saja yang sudah dilakukan Pemkot Pasuruan bisa meraih KLA Madya, harian Jawa Pos Radar Bromo mengupas upaya OPD di Pemkot Pasuruan dan tantangannya. Upaya itu bisa dibaca pada terbitan harian dengan oplah terbesar di Pasuruan-Probolinggo, Kamis (25/7). (tom/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Kota Pasuruan kembali meraih penghargaan bergengsi Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Terlebih, anugerah yang diberikan kepada Pemkot Pasuruan tahun ini naik setingkat lebih tinggi dari raihan di tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018 lalu, Pemkot Pasuruan mendapat penghargaan KLA. Namun saat itu kategori Pratama. Nah, tahun ini, anugerah yang diraih naik setingkat menjadi kategori Madya. Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak itu digelar di Hotel Four Points Makasar, Selasa (23/7) malam.

Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, menerima langsung penghargaan yang diserahkan Yohana Yembise, Menteri PPPA RI. Teno didampingi Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak Kota Pasuruan dan Kepala OPD, serta Camat se-Kota Pasuruan.

Teno menyampaikan, prestasi itu diraih atas kerja keras yang terjalin antar OPD terkait. Begitupun dengan peran serta masyarakat Kota Pasuruan sendiri. “Alhamdulillah. Setelah tiga tahun berturut-turut kami mempertahankan kategori Pratama akhirnya tahun ini naik menjadi Madya,” kata Teno.

Ia menyadari, upaya untuk mempertahankan anugerah kategori Pratama selama tiga tahun terakhir bukan hal mudah. Meski begitu, lanjut Teno, Pemkot Pasuruan berkomitmen untuk memaksimalkan kinerjanya.

BUAH KINERJA OPD: Wawali Teno menyebut, raihan tersebut berkat kerjasama yang apik antar OPD di lingkungan Pemkot Pasuruan. (Foto Dinas Kominfotik Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

“Sehingga program Pemkot Pasuruan semakin ramah terhadap kebutuhan anak sebagai generasi emas di masa depan,” tambahnya.

Menurut dia, ada beberapa OPD yang berperan mendukung kebutuhan dan fasilitas menuju Kota Layak Anak. Sejumlah program dinilai menjadi penunjang diraihnya prestasi tersebut. “Seperti keberadaan taman baca di Taman Pekuncen. Dan ada beberapa program lain yang mendukung diraihnya prestasi ini,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, Penghargaan KemenPPPA yang diberikan tiap tahun pada event Hari Anak Nasional memiliki 3 tingkatan kategori. Dimulai dari tingkat paling rendah yakni Pratama, dilanjutkan Madya, Nindya, Utama dan dan terakhir predikat Kota Layak Anak (KLA).

Tak hanya itu, Kota Pasuruan juga mendapatkan Piagam Penghargaan DAFA AWARD 2019 yang diwakili oleh Ika Devy Fitriningtyas, siswi SMA Negeri 2 Kota Pasuruan. Penghargaan itu diberikan kepada Forum Anak Gadingrejo sebagai Kelurahan Terbaik.

Ingin tahu apa saja yang sudah dilakukan Pemkot Pasuruan bisa meraih KLA Madya, harian Jawa Pos Radar Bromo mengupas upaya OPD di Pemkot Pasuruan dan tantangannya. Upaya itu bisa dibaca pada terbitan harian dengan oplah terbesar di Pasuruan-Probolinggo, Kamis (25/7). (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/