80 Guru Berebut Jabatan 30 Kepala Sekolah SD Negeri, Dispendik Siapkan Seleksi

KRAKSAAN, Radar Bromo – Setidaknya ada 30 lembaga sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Probolinggo yang tak miliki kepala sekolah definitif. Untuk isi kekosongan itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo mengadakan seleksi bulan depan. Setidaknya ada 80 guru yang daftar seleksi kepala sekolah.

Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kabid Tenaga Kependidikan (Tendik), Sunalis. Saat dikonfirmasi, Selasa (23/7), Sunalis mengatakan, seleksi kepala sekolah masih belum dimulai. Namun, sudah ada pendaftar yang bakal mengikuti seleksi tersebut.

”Ada sekitar 80 lebih guru yang daftar seleksi kepala sekolah,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Sunalis menjelaskan, saat ini 80 guru pendaftar seleksi kepala sekolah, masih mengumpulkan berkas persyaratan. Pihaknya masih tahap pemeriksaan dan verifikasi berkas persyaratan. Selanjutnya saat lolos verifikasi, bisa lanjut ke tahap seleksi kepala sekolah.

”Memang ada 30 lembaga SDN yang kekosongan jabatan kepala sekolah. Tapi dalam seleksi ini, kami nanti akan ambil 40 calon kepala sekolah yang lulus. Supaya, ada cadangan calon kepala sekolah yang bisa ditunjuk saat dibutuhkan,” terangnya.

Sunalis menjelaskan, seleksi calon kepala sekolah ini hanya untuk lembaga sekolah dasar (SD). Karena, untuk lembaga SMP, tidak ada kekkosongan jabatan kepala sekolah. ”Iya ada 30 lembaga SDN yang dijabat oleh plt kepala sekolahnya. Kalau untuk lembaga SMP (74 lembaga), tidak ada kekosongan jabatan. Semuanya dipimpin oleh kepala sekolah definitif,” terangnya.

Sunalis menjelaskan, proses seleksi kepala sekolah itu harus dilaksanakan sesuai tahapan dan aturan yang ada. Seleksi ini dilakukan mulai dari tahap administrasi hingga diklat. Sebelum dilantik dan ditempatkan, para kepala sekolah tersebut akan diberikan pelatihan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Solo.

”Kekosongan kepala sekolah di 30 SD ini dikarenakan terjadinya gelombang pensiun pada tahun kemarin dan tahun ini,” ujarnya. (mas/fun)