TNI-Polisi Bantu Putus Penyebaran dengan Bubarkan Keramaian

KRAKSAAN, Radar Bromo – Upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 salah satunya adalah, dengan tidak berkumpul di keramaian. Pemerintah sudah mengeluarkan imbauan tersebut. Agar semakin efektif, upaya persuasif kini ditempuh aparat di daerah. Di antaranya dengan membubarkan warga dalam jumlah banyak, yang tengah berkumpul.

Upaya ini sudah ditempuh personel polisi dan TNI di Kabupaten Probolinggo. Saat weekend lalu, mereka melakukan sosialisasi terhadap kerumunan masyarakat. Mereka diimbau untuk pulang ke rumahnya.

Saat itu petugas kepolisian melakukan penyisiran pada malam Minggu lalu di sekitar Alun-alun Kraksaan. Mereka yang kedapatan berkumpul akan didatangi petugas dan diminta untuk membubarkan diri. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai bahayanya virus yang berasal dari Wuhan itu.

Kompol Agung Setyono, Wakapolres Probolinggo mengatakan, mulai Sabtu (22/3) lalu itu pihaknya melakukan imbauan persuasif kepada masyarakat yang kedapatan berkumpul. “Kami imbau secara persuasif untuk pulang ke rumah masing-masing. Alhamdulillah semua membubarkan diri,” katanya.

Menurutnya, Polres Probolinggo dan polsek jajaran sesuai perintah Kapolres telah melakukan kegiatan itu beberapa kali. Di mana ada kerumunan, polres dan polsek langsung gerak untuk membubarkan. “Semua itu untuk keselamatan masing-masing dan kita semua,” jelasnya.

Selain di Kraksaan, juga ada pembubaran pertandingan bola voli di Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading. Personel polisi bersama aparat TNI melakukan pembubaran kegiatan itu. Tujuannya, untuk menghindari penyebaran virus tersebut meluas.

“Kami mengimbau orang-orang yang berkerumun agar sebaiknya kembali saja di rumahnya untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” kata Kapolsek Gading IPTU Bagus Purnama.

Menurutnya, dalam pembubaran tersebut, juga melibatkan kepala desa dan perangkat desa. Mereka bersama sama untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat agar tidak terkena virus tersebut.

Hal senada juga diutarakan oleh, Kepala Desa Gading Wetan, Supriyono. Menurutnya, selain membubarkan peserta persahabatan bola voli, pihak kepolisian juga mendatangi lokasi wisata kampung hati.

“Pak Polisi juga mendatangi lokasi wisata kampung hati. Karena ada pengunjung. Padahal kami (Pengelola) sudah memberikan imbauan kalau lokasi wisata ditutup sementara waktu berdasarkan instruksi Bupati,” katanya. (sid/fun)