Jadi ODP usai Kunker Keluar Daerah, Dewan Mengaku Sehat

HABIS BEPERGIAN: Farina Churun Inin, anggota dewan dari Gokar, kemarin menjalani pemeriksaan dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo. Pemeriksaan itu digelar usai dewan melakukan kunker ke luar daerah. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Pertengahan bulan Maret, anggota DPRD Kota Probolinggo melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah. Daerah kunker yang dituju dewan bahkan ada yang menjadi daerah penyebaran Covid-19. Mulai dari Bandung, Semarang, Kendal, dan Bali.

Sepulangnya dari kunker, beberapa dewan sudah diperiksa. Namun kemarin, puluhan anggota DRPD Kota dan staf-ASN yang ikut mendampingi kunker, harus menjalani pemerikasan dari tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, satu per satu mereka menjalani pemerikasan. Mulai cek suhu tubuh, cek darah dan keluhan sakit serta riwayat perjalanan kunker. Selama pemeriksaan berlangsung, tim satgas memakai pakaian lengkap alat pelindung diri.

ANTISIPASI: Moh Muizzudin, dewan dari PKB yang turut diperiksa satgas. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Data yang dihimpun menyebutkan, dalam pemeriksaan itu, hampir anggota DPRD Kota Probolinggo yang kunker dengan tujuan daerah Bandung, masuk ODP (orang dalam pemantauan). Terutama, anggota dewan yang berkunjung ke daerah episentrum Bandung, Bali dan Semarang.

Salah satunya seperti yang dialami Sibro Malisi ketua komisi II DPRD Kota Probolinggo. ”Tanggal 16 lalu kami melakukan kunjungan kerja ke Bandung. Kami kooperatif untuk ikuti protokoler kesehatan dengan periksakan kondisi kesehatan seperti sekarang. Saya hasilnya disebut ODP dan untuk periksa rontgen lebih lanjut ke RSUD,” kata Sibro Malisi, anggota DPRD Kota Probolinggo dari fraksi Nasdem itu.

Sementara itu, Robit anggota DPRD Kota Probolinggo mengaku dirinya habis kunker ke Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Setelah kunker tersebut, dirinya tidak mengalami gangguan kesehatan seperti sesak nafas atau lainnya. ”Alhamdulillah saya sehat,” ujarnya.

Robit mengaku ada rasa khawatir dengan kondisi penyebaran Covid-19. Namun, untuk kepentingan masyarakat, dirinya tetap siap melayani. Termasuk saat ada aduan dari masyarakat, tetap akan ditindaklanjuti dengan RPD (rapat dengar pendapat) atau lainnya. ”Nanti dibicarakan teknis untuk ke depannya,” tuturnya. (mas/fun)