Dukung Pembatasan Keramaian, Personel TNI-Polisi di Pasuruan Datangi Warung

SEMPROT: Personel kepolisian menyemprot desinfektan pengunjung warung di kawasan stadion. Dalam kegiatan yang juga dihadiri Forkopimda Kota Pasuruan tersebut, warga diminta pulang ke rumah. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dilakukan kepolisian di Pasuruan. Seperti Polres Pasuruan Kota dan Kodim 0819 bersama Pemkot Pasuruan, yang dilakukan Senin (23/3) malam.

Polisi meminta warga yang tengah menikmati kopi dan makanan di warung di sepanjang Jalan Pahlawan, supaya pulang. Mereka bahkan disemprot disinfektan. Cara ini juga bagian dari membatasi keramaian, supaya bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.

Adanya pembatasan keramaian di Kota Pasuruan ikut mendapat dukungan penuh dari pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Ia tidak menampik kondisi ini akan sedikit banyak berpengaruh pada ekonomi daerah Kota Pasuruan.

Teno-sapaan akrabnya mengungkapkan masalah Covid-19 merupakan permasalahan nasional. Imbauan untuk menghindari keramaian merupakan instruksi langsung dari Presiden Jokowi. Jadi, sedapat mungkin masyarakat untuk mematuhinya.

“Ini instruksi langsung dari Presiden yang turunnya disampaikan melalui Gubernur. Jadi masyarakat untuk bisa menghindari dan tidak melakukan kegiatan secara berkelompok,” ungkapnya.

Saat ditanya adanya dampak pada perekonomian terkait himbauan ini, Teno tidak menampik. Ia mengaku semua pasti akan terdampak.

Bagaimana dengan pasien dengan pengobatan (PDP), Orang Dengan Risiko (ODR) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP)? Sejauh ini, kata Teno, Kota Pasuruan belum ada yang sampai PDP.

“Kalau ODR, tentu semua berisiko. Begitu juga dengan ODP. Seseorang yang baru bepergian dari suatu tempat yang menjadi endemis, akan menjadi ODP. Tapi kalau PDP, sejauh ini tidak ada,” beber Teno. (riz/fun)