DPRD Kab Pasuruan Stop Kunker dan Terima Kunjungan selama Wabah Korona

BANGIL, Radar Bromo – Merebaknya Covid-19 membuat DPRD Kabupaten Pasuruan memilih menghentikan seluruh kegiatan kunjungan kerja (kunker). Mereka memastikan tidak akan menggelar kunker, meskipun untuk wilayah Jatim.

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan Senin (23/3). Dion-sapaannya mengungkapkan, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan memang masih memiliki agenda kunjungan kerja ke Jakarta dalam pekan ini. Namun, agenda itu akhirnya dibatalkan. Seiring dengan pandemi Covid-19 yang kian mewabah.

Tidak hanya penyetopan kegiatan kunjungan kerja. DPRD Kabupaten Pasuruan juga menyetop untuk penerimaan tamu ke luar daerah. Langkah ini tak lain, untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

“Kami akan menyetop kegiatan kunker dan tidak lagi menerima tamu kunker dari daerah lain, hingga sepekan. Sebenarnya, memang ada agenda, keluar daerah. Tapi kami batalkan,” jelasnya.

Dion menambahkan, kegiatan legislatif akan dialihkan untuk monitoring di dalam Kabupaten Pasuruan. Pihaknya juga akan mempersiapkan kegiatan LKPJ 2019 yang harus dilaksanakan Maret 2020.

Pelaksanaannya sendiri, dipastikan tidak akan berlangsung “megah” seperti tahun-tahun sebelumnya. Yakni dengan mengundang, ratusan orang. Karena berkaitan dengan pembatasan kerumuman.

“Kami masih rancang seperti apa kegiatan LKPJ 2019. Apa akan streaming atau bagaimana. Yang jelas, tidak akan seperti biasa yang mengundang banyak orang,” pungkasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan memang belum ada kasus korona. Namun, jumlah orang yang masuk PDP meningkat. Sebelumnya, hanya ada satu orang yang masuk PDP. Namun sekarang, mencapai lima orang. Sedangkan untuk ODP, masih dua orang.

“Dan untuk ODR, belum ada perubahan. Kami juga masih men-tracking orang-orang yang menjalin kontak dengan orang yang masuk PDP ataupun ODP,” jelas Anang Saiful Wijaya, Ketua Harian Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Anang menambahkan, kelima orang yang masuk PDP itu, kini menjalani isolasi di RSUD Bangil. “Selain menjalin kontak dengan penderita Corona, mereka yang masuk status PDP, karena sering bepergian ke luar kota dan ada sering berenang,” bebernya. (one/fun)